Chapnews – Nasional – Sebuah insiden penembakan yang menggegerkan terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah, menargetkan Amat Muzakhim (55) alias Boim, suami dari anggota Komisi A DPRD Jateng, Nur Fatwah. Peristiwa mencekam ini berlangsung di kediamannya pada Sabtu (14/2) malam, sekitar pukul 21.10 WIB, di mana Boim nyaris menjadi korban peluru orang tak dikenal (OTK). Beruntung, tembakan tersebut meleset dan hanya mengenai bagian rumah.
Boim menuturkan kepada chapnews.id, saat kejadian ia sedang bersantai di teras rumah bersama seorang rekannya. Tiba-tiba, seorang pengendara sepeda motor matik jenis Vario berwarna hitam, yang pelat nomornya tertutup plastik putih, memasuki halaman rumahnya. "Awalnya saya mengira itu teman atau kurir paket," ujar Boim. Namun, dugaan itu sirna saat pelaku memutar balik di depan rumah, menoleh ke arahnya, lalu melepaskan satu tembakan.

Pelaku menembak dari jarak sekitar 10 meter. Meskipun arah tembakan ditujukan padanya, Boim bersyukur peluru itu meleset. "Tembakan itu mengarah ke saya, tapi goyang dan meleset, mengenai rumah," jelasnya. Suara letusan yang keras sempat membuat Boim berniat mengejar, namun ia mengurungkan niatnya mengingat pelaku bersenjata api sementara dirinya tak berbekal apa pun. Setelah melepaskan tembakan, pelaku segera memacu kendaraannya dan melarikan diri.
Ciri-ciri pelaku yang diingat Boim adalah tinggi sekitar 170 cm. Wajahnya tidak dapat dikenali karena tertutup helm dan masker. Selain itu, pelat nomor sepeda motor pelaku juga sengaja ditutupi, menyulitkan identifikasi. Boim mengaku tidak mengenali pelaku maupun memiliki permasalahan pribadi yang berarti.
Kasus ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan timnya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Semalam langsung kita ke lokasi kejadian dan olah TKP," kata Rachmad. Dari hasil penyelidikan awal, ditemukan proyektil logam berwarna perak berukuran 1 cm di area garasi rumah Boim. Titik tembak diperkirakan berjarak 9,5 meter dari posisi Boim duduk. Penyelidikan juga terbantu oleh rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Meskipun mengaku tidak memiliki permasalahan pribadi yang berarti, Boim mengungkapkan bahwa saat ini ia tengah aktif mendampingi sebuah kasus penculikan pedagang martabak yang masih bergulir di Polda. "Saya masih fokus mendampingi peristiwa penculikan yang sudah ada tersangkanya itu," ucap Boim. Ia menambahkan, kasus penculikan tersebut, menurut pengamatannya, merupakan "salah tangkap" atau "salah informasi" yang terjadi saat Pilkada. Keterlibatan Boim dalam kasus ini menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk mengungkap motif di balik penembakan misterius tersebut. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk menemukan pelaku dan motif sebenarnya.


