Chapnews – Ekonomi – Sosok Marina Budiman kembali menjadi perbincangan hangat setelah namanya tercatat sebagai satu-satunya wanita yang berhasil menembus daftar 10 orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya yang fantastis, mencapai miliaran dolar AS, menjadi bukti nyata kesuksesan bisnisnya di sektor pusat data yang sedang berkembang pesat.
Menurut laporan terbaru dari Forbes pada Senin (15/12/2025), Marina Budiman kini memiliki harta kekayaan bersih sebesar USD8,2 miliar. Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah dengan asumsi kurs Rp16.657 per USD, angka tersebut setara dengan sekitar Rp136,5 triliun. Lonjakan signifikan dalam kekayaannya ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan layanan pusat data, yang secara langsung mendongkrak kinerja saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) di pasar modal.

Keberhasilan DCI Indonesia tidak hanya mengangkat nama Marina Budiman, tetapi juga membawa para pendiri lainnya ke jajaran orang paling tajir di Tanah Air. Otto Toto Sugiri, salah satu pendiri DCI, tercatat memiliki kekayaan yang bahkan lebih besar, yakni USD11,3 miliar atau setara dengan sekitar Rp188 triliun. Sementara itu, Han Arming Hanafia juga menunjukkan peningkatan yang impresif, melompat 38 peringkat ke posisi ke-12 dengan total kekayaan USD5,3 miliar.
Marina Budiman merupakan salah satu figur kunci di balik berdirinya DCI Indonesia. Ia menjabat sebagai Presiden Komisaris perusahaan penyedia pusat data terkemuka tersebut. DCI Indonesia sendiri didirikan pada tahun 2011, hasil kolaborasi visioner antara Marina Budiman bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia, yang kini telah menjelma menjadi pemain dominan di industri pusat data nasional.



