Transformasi Spektakuler: Terminal LPG Cilegon Hijaukan Masa Depan!
Chapnews – Ekonomi – Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, resmi bertransformasi menjadi Green Terminal, menandai langkah progresif PT Pertamina (Persero) dalam memperkuat komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pengembangan ekosistem energi rendah karbon. Peresmian ini, yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026), tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga membuka gerbang bagi peluang bisnis baru berbasis energi hijau, sejalan dengan tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan keberlanjutan.

Konsep Green Terminal sendiri merupakan sebuah skema sertifikasi komprehensif untuk fasilitas pelabuhan, yang berlandaskan pada delapan pilar keberlanjutan krusial. Pilar-pilar ini meliputi penerapan sistem manajemen lingkungan yang ketat, pembangunan infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi menyeluruh dalam operasional, penggunaan teknologi ramah lingkungan, implementasi ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan yang optimal, perlindungan keanekaragaman hayati, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan. Penerapan standar ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi operasional sekaligus memperkokoh daya saing sektor energi nasional di kancah global yang semakin menuntut praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menegaskan bahwa inisiatif Green Terminal ini merupakan elemen vital dalam strategi pengembangan ekosistem energi hijau perusahaan. "Proyek ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari implementasi Roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060 kami," ujar Agung, seperti dikutip dari laporan chapnews.id pada Sabtu (14/2/2026). Ia menambahkan, "Langkah ini adalah upaya konkret untuk memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan."
Pemilihan Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai proyek percontohan bukanlah tanpa alasan. Lokasi ini memegang peran strategis yang krusial dalam infrastruktur energi nasional, dengan kontribusi signifikan sekitar 35 hingga 40 persen terhadap total kebutuhan LPG di Indonesia. Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton dan kemampuan menampung kapal hingga 65.000 DWT, terminal ini merupakan salah satu aset energi paling vital di tanah air. Transformasi menjadi Green Terminal diharapkan dapat membangun fondasi keberlanjutan yang kokoh bagi operasionalnya di masa mendatang, sekaligus menjadi model bagi fasilitas energi lainnya di Indonesia.



