Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Fantastis! Dividen BUMN 2026 Diprediksi Tembus Rp200 T

Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto membuat proyeksi yang menggembirakan terkait kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada kas negara. Dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI baru-baru ini, Prabowo memperkirakan setoran dividen BUMN akan melonjak drastis hingga mencapai Rp200 triliun pada tahun 2026. Angka fantastis ini disebut-sebut akan meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan kontribusi bersih BUMN pada tahun 2024.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Prabowo menjelaskan bahwa lonjakan signifikan ini merupakan hasil nyata dari berbagai upaya pembenahan dan restrukturisasi yang telah gencar dilakukan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah. Ia merinci data kinerja BUMN yang menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2024, keuntungan BUMN tercatat sebesar Rp186 triliun, dengan dividen yang berhasil disetorkan mencapai Rp85,5 triliun. Namun, Prabowo menekankan bahwa ukuran yang lebih tepat untuk melihat kontribusi riil BUMN adalah dengan memperhitungkan Penanaman Modal Negara (PMN) yang disuntikkan pemerintah melalui APBN. Setelah dikurangi PMN, dividen bersih BUMN pada 2024 adalah Rp53 triliun.

Melangkah ke tahun 2025, kinerja BUMN semakin menunjukkan taringnya. Keuntungan perusahaan negara tersebut meningkat tajam menjadi Rp326 triliun, melonjak 75,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Setoran dividen kepada negara juga ikut terkerek naik menjadi Rp142,3 triliun, atau 67 persen lebih tinggi dari 2024. Setelah dikurangi PMN, dividen bersih BUMN di tahun 2025 mencapai Rp138 triliun, menunjukkan peningkatan impresif sebesar 160 persen dibandingkan 2024.

"Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun, tanpa ada PMN," tegas Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dengan proyeksi setoran dividen sebesar Rp200 triliun dan tanpa PMN di tahun 2026, Prabowo kemudian membandingkannya dengan capaian bersih tahun 2024. "Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun Rupiah, atau bisa dikatakan 4x lebih besar," pungkasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi potensi peningkatan kontribusi bersih BUMN kepada negara yang hampir empat kali lipat hanya dalam kurun waktu dua tahun, menandakan efektivitas reformasi yang telah dijalankan.


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer