Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan catatan merah pada perdagangan Jumat (29 Agustus 2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk signifikan, mengalami penurunan 121,6 poin atau 1,53% dan parkir di level 7.830. Kinerja IHSG ini diiringi oleh aksi jual besar-besaran yang melibatkan 630 saham, sementara hanya 136 saham yang berhasil mencatatkan penguatan. Fenomena ini menunjukkan sentimen pasar yang cukup negatif.
Total nilai transaksi mencapai angka fantastis, yakni Rp22,7 triliun dari 50,5 miliar saham yang diperdagangkan. Kondisi ini semakin diperparah dengan penurunan indeks-indeks utama lainnya. Indeks LQ45 anjlok 1,78% ke 797,12, JII turun 1,46% ke 517,91, IDX30 merosot 1,87% ke 413,46, dan MNC36 tertekan 1,91% ke 320,02. Mayoritas sektoral juga mengalami penurunan, di antaranya energi (1,42%), konsumer non siklikal (1,24%), konsumer siklikal (3,06%), keuangan (1,45%), infrastruktur (2,27%), properti (2,16%), bahan baku (1,58%), transportasi (1,04%), teknologi (2,25%), dan kesehatan (1,75%). Hanya sektor industri yang menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 0,73%.

Di tengah penurunan IHSG yang signifikan, beberapa saham justru mencuri perhatian dengan pergerakan positif. Saham-saham seperti PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang melesat 34,21% ke Rp153, PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) naik 25% ke Rp825, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang menguat 24,70% ke Rp3.080, menjadi sorotan di tengah merahnya bursa hari ini. Analis pasar tengah mencermati berbagai faktor yang menyebabkan penurunan IHSG ini, dan dampaknya terhadap pasar modal ke depannya. Para investor pun diimbau untuk tetap waspada dan melakukan analisis yang cermat sebelum mengambil keputusan investasi.


