Chapnews – Ekonomi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, resmi melantik Laode Sulaeman sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Jumat (29/8/2025). Pelantikan ini langsung dibarengi dengan target ambisius: peningkatan lifting migas hingga 605.000 barel per hari di tahun 2025.
Bahlil memberikan amanat tegas kepada Laode. Ia meminta Dirjen Migas yang baru ini untuk segera berkoordinasi intensif dengan SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) guna menyelaraskan upaya peningkatan produksi migas nasional. "Lifting kita saat ini sudah mencapai 600 ribu barel, namun target kita di 2025 adalah 605.000 barel. Ini bukan angka kecil dan butuh kerja keras," tegas Bahlil. Ia menambahkan bahwa kondisi lifting saat ini belum sebaik sebelum tahun 2020, sehingga peningkatan produksi menjadi prioritas utama.

Untuk mencapai target tersebut, Bahlil menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang solid antar berbagai pihak. Dirjen Migas, SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan Satgas Peningkatan Lifting Migas harus bekerja sama secara efektif. Koordinasi yang erat dan terintegrasi dinilai krusial agar kebijakan yang ditetapkan dapat diimplementasikan dengan tepat dan efisien di lapangan. Suksesnya pencapaian target lifting ini, menurut Bahlil, sangat vital bagi kedaulatan energi Indonesia.


