Chapnews – Nasional – Wali Kota Medan yang juga Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, angkat bicara terkait polemik razia kendaraan berpelat BL (Aceh) di Kabupaten Langkat yang menuai beragam reaksi. Menanggapi kecaman yang ditujukan padanya, Bobby mengaku tak ambil pusing.
Bobby menegaskan bahwa razia ini bukan menyasar daerah tertentu, melainkan bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia menyoroti banyaknya perusahaan yang beroperasi di Sumut namun menggunakan kendaraan dengan pelat nomor luar daerah.

"Kalau saya yang dihujat enggak apa-apa," ujar Bobby usai acara launching UHC Prioritas, Senin (29/9). Ia menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk mendata perusahaan yang menggunakan kendaraan berpelat non-Sumut (BK, BB).
Bobby mencontohkan kondisi di Labuhanbatu Utara (Labura), dimana banyak perkebunan besar beroperasi. Kendaraan bertonase besar merusak jalan provinsi, sementara perbaikannya ditanggung Pemprov Sumut. Menurutnya, DBH yang diterima Sumut hanya 4 persen.
Lebih lanjut, Bobby menampik anggapan bahwa tindakan ini diskriminatif. Ia bahkan menunjukkan video contoh serupa yang dilakukan oleh daerah lain, termasuk Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa mutasi pelat kendaraan dari luar daerah ke Sumut tidak dikenakan biaya.
"Padahal untuk mutasi dari pelat luar ke BK gratis, tidak ada biaya sama sekali. Jadi apa alasannya perusahaan tidak mau mengubah pelat kendaraannya?" tanyanya.
Bobby meminta seluruh bupati dan wali kota di Sumut untuk mendata ulang kendaraan perusahaan di wilayah masing-masing. Ia juga menginstruksikan koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Perhubungan hingga kepolisian daerah.
Menurut Bobby, kebijakan ini adalah solusi peningkatan PAD tanpa membebani masyarakat dengan pajak baru. "Perusahaan yang operasinya di Sumut harus pakai pelat BK atau BB. Kalau cuma melintas, silakan. Tapi kalau beroperasi penuh di Sumut, wajib bayar pajaknya di Sumut," tegasnya.
"Kita semua tahu, masyarakat selalu mengeluh soal infrastruktur. Nah, ini ada potensi yang bisa dimaksimalkan tanpa menambah beban," pungkasnya.



