Chapnews – Ekonomi – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) baru-baru ini menegaskan peran krusial industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri sebagai tulang punggung strategis untuk mencapai kemandirian ekonomi. Sektor ini tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan garda terdepan dalam upaya substitusi impor dan bahkan siap bersaing di pasar global.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, secara lugas menyatakan bahwa penguatan industri penunjang migas nasional adalah fondasi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor. "Industri penunjang migas dalam negeri memiliki peran vital sebagai penopang industri nasional. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan pemanfaatan produk dalam negeri semakin optimal, guna memperkokoh struktur industri nasional dan meminimalkan ketergantungan pada produk asing," ujar Agus di Jakarta, dalam pernyataannya yang dikutip chapnews.id.

Senada dengan Menteri Agus, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, turut menggarisbawahi kapabilitas industri nasional. Menurutnya, kemampuan Indonesia dalam memproduksi peralatan migas berteknologi tinggi dan berstandar internasional merupakan bukti nyata kesiapan negara untuk mengurangi dominasi produk impor.
"Industri penunjang migas dalam negeri telah menunjukkan daya saing yang kian meningkat, baik dari aspek teknologi, kualitas produk, maupun kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni," jelas Setia Diarta saat melakukan peninjauan fasilitas produksi PT Teknologi Rekayasa Katup (TRK) di Cikande, Serang. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok industri migas domestik, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi produk-produk buatan Indonesia untuk menembus pasar internasional, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri migas global yang mandiri dan berdaya saing.



