Chapnews – Ekonomi – Di tengah sorotan publik atas kepadatan lalu lintas yang melumpuhkan sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara, khususnya di koridor Cilincing hingga akses Marunda, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menegaskan bahwa operasional vital Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan normal dan terkendali. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran publik mengenai potensi gangguan pada arus logistik nasional.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, dalam keterangannya kepada chapnews.id, memastikan bahwa hasil pemantauan intensif menunjukkan tidak adanya antrean signifikan baik di pintu masuk maupun keluar pelabuhan. "Kondisi lalu lintas di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Priok terpantau aman dan terkendali. Seluruh sistem gerbang terminal beroperasi secara optimal, memastikan aktivitas bongkar muat, pergerakan peti kemas, serta layanan terminal berjalan tanpa hambatan," ujar Yandri.

Kepadatan lalu lintas yang sempat menjadi perbincangan hangat pada malam 8 Januari lalu, dijelaskan Yandri, terjadi di luar area operasional pelabuhan. Fenomena ini terutama melanda jalan-jalan umum yang menjadi akses menuju kawasan pergudangan dan depo di wilayah Cilincing, Marunda, dan Cakung Cilincing. Peningkatan signifikan pergerakan truk trailer pada jam-jam puncak disinyalir menjadi pemicu utama kemacetan tersebut, namun ditegaskan bahwa hal itu tidak mempengaruhi kelancaran aktivitas inti di dalam pelabuhan.
Lebih lanjut, Pelindo juga menjamin kesiapan lapangan penumpukan dengan memastikan Yard Occupancy Ratio (YOR) masih berada dalam batas aman dan terkendali. Data terbaru per 9 Januari 2026 pukul 08.00 WIB menunjukkan bahwa mayoritas terminal di Pelabuhan Tanjung Priok mencatat angka YOR di bawah standar 65 persen. Angka ini mengindikasikan kapasitas penumpukan yang memadai, sekaligus menegaskan efisiensi pengelolaan logistik di salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia ini.
Penulis: Taufik Fajar
Jumat, 09 Januari 2026 | 19:04 WIB



