Terungkap! Seleksi Ketat SMA Polri Cetak Pemimpin Bangsa!
Chapnews – Nasional – Jakarta – Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh penjuru Indonesia kini tengah berkompetisi dalam seleksi penerimaan Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Sekolah unggulan berasrama yang digagas oleh Polri dan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) ini menjadikan Nusantara Standard Test (NST) Tahun 2026 sebagai instrumen utama untuk menjaring calon pemimpin masa depan. Dari ribuan pendaftar, hanya 180 siswa terbaik yang akan berhasil meraih kursi prestisius ini.

Proses seleksi berlangsung secara berjenjang, dimulai dari penyaringan di tingkat Polda daerah yang mengidentifikasi 20 persen nilai tertinggi. Selanjutnya, 400 peserta terbaik akan melaju ke seleksi pusat yang digelar di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, memperebutkan kuota terbatas 180 kursi calon pemimpin masa depan bangsa.
Rangkaian seleksi nasional ini diawali dengan pelaksanaan Nusantara Standard Test (NST) atau Tes Potensi Akademik (TPA) pada Sabtu (10/1) pagi. Acara penting tersebut berpusat di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta.
Kegiatan ini mendapat perhatian langsung dari jajaran tinggi negara, termasuk Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, yang hadir bersama Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menkomdigi Meutya Hafid, serta Asisten Khusus Presiden bidang komunikasi dan analisa kebijakan, Dirgayuza Setiawan, yang juga Ketua Pembina YPKBI. Wakapolri menegaskan bahwa seleksi ini adalah momentum krusial yang menunjukkan dukungan kuat dari berbagai sektor terhadap program penjaringan talenta nasional.
“Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat hari ini karena kehadiran langsung Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital menjadi dukungan nyata terhadap program seleksi yang kami gelar,” ungkap Wakapolri, seperti dikutip chapnews.id. Kehadiran para menteri ini, menurutnya, merefleksikan keseriusan negara dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, adil, dan berkelanjutan.
NST sendiri dirancang sebagai alat ukur yang objektif, tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta. Tes ini fokus mengukur kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi. Lebih dari itu, NST diposisikan sebagai fondasi penting bagi calon siswa yang akan menempuh kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma, yang menuntut kapasitas analitis, literasi global, serta kemandirian berpikir. Dengan pendekatan ini, SMA Kemala Taruna Bhayangkara tidak hanya menjadi lembaga pendidikan unggulan berasrama, tetapi juga sarana strategis untuk pemetaan talenta nasional secara berkelanjutan.
Program SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam upaya penguatan kualitas sumber daya manusia. Polri, bersama YPKBI dan seluruh pemangku kepentingan, berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan sistem seleksi dan pembinaan yang kredibel, adaptif, dan relevan dengan tantangan masa depan, sebagai kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.



