Ads - After Header

Sumut Terluka: Desa Terpencil, Bantuan Terhambat!

Ahmad Dewatara

Sumut Terluka: Desa Terpencil, Bantuan Terhambat!

Chapnews – Nasional – Dua bulan pasca bencana banjir dan longsor yang menghantam Sumatera Utara (Sumut), delapan desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih terisolasi, menyulitkan akses bagi warga dan penyaluran bantuan. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya pemulihan pasca bencana.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengungkapkan bahwa dampak bencana masih sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Akses jalan yang belum sepenuhnya pulih menjadi kendala utama.

 Sumut Terluka: Desa Terpencil, Bantuan Terhambat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Wilayah terisolasi sebenarnya sudah bisa dilalui, tetapi hanya menggunakan sepeda motor trail. Kendaraan roda empat belum bisa masuk," ujar Sri Wahyuni kepada chapnews.id, Jumat (23/1).

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, empat desa masih terisolasi, meliputi Desa Saur Manggita (102 KK) dan Desa S. Kalangan 2 (214 KK) di Kecamatan Tukka, Desa Sibio-Bio (298 KK) di Kecamatan Sibabangun, serta Desa Sialogo (254 KK) di Kecamatan Lumut.

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Utara, empat desa terpencil tersebar di Kecamatan Sipoholon dan Parmonangan. Desa Rura Julu Toruan (5 KK) berada di Kecamatan Sipoholon, sedangkan Desa Hutajulu Parbalik (65 KK), Desa Hutatua (128 KK), dan Desa Pertengahan (178 KK) berada di Kecamatan Parmonangan.

Sri Wahyuni memastikan bahwa warga di desa-desa tersebut masih bertahan di tempat tinggal masing-masing dan tidak mengungsi. Terputusnya akses jalan utama akibat longsor menjadi penyebab utama isolasi wilayah.

"Warganya masih berada di sana dan terdampak langsung. Akses jalan terputus, tetapi petugas terus menyalurkan bantuan logistik menggunakan sepeda motor trail dan berjalan kaki," jelasnya.

BPBD Sumut terus berupaya menyalurkan bantuan dan memantau kondisi warga sambil menunggu perbaikan akses jalan agar kendaraan logistik dapat menjangkau wilayah terdampak.

"Bantuan terus disalurkan oleh petugas gabungan. Perbaikan akses jalan juga dilakukan secara bertahap agar aktivitas dan perekonomian warga bisa kembali berjalan," imbuh Sri Wahyuni.

Banjir dan longsor yang melanda Sumut sejak 24 November 2025 lalu, akibat curah hujan tinggi, telah menyebabkan kerusakan parah di berbagai daerah, termasuk Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Mandailing Natal. Selain faktor cuaca ekstrem, kerusakan hutan juga memperparah dampak bencana.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer