Chapnews – Nasional – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan mengepung Bandara Internasional Supadio di Kalimantan Barat. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap aktivitas penerbangan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Pantauan chapnews.id di lapangan menunjukkan, jarak pandang di sekitar bandara berkurang drastis akibat asap tebal. Hal ini berpotensi mengganggu jadwal penerbangan dan keselamatan lalu lintas udara.

Pihak bandara dan otoritas terkait tengah berupaya melakukan penanganan darurat untuk meminimalisir dampak karhutla. Koordinasi intensif dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim pemadam kebakaran untuk memadamkan titik api dan mengurangi asap.
"Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Prioritas utama kami adalah keselamatan penerbangan dan kesehatan masyarakat," ujar seorang petugas bandara yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah daerah juga mengintensifkan sosialisasi mengenai bahaya karhutla dan cara pencegahannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai penundaan atau pembatalan penerbangan akibat karhutla. Namun, pihak bandara mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai penerbangan masing-masing.


