Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung untuk mengatasi dampak kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan. Gejolak ini bahkan memaksa IHSG mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut, yakni pada 28 dan 29 Januari 2026, setelah mencatat penurunan hingga 8%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah turun tangan langsung menyikapi gejolak pasar modal yang dipicu oleh kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berbicara di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026), Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memantau ketat situasi tersebut. "Hari ini tentu kami memonitor atas arahan Bapak Presiden, dan Bapak Presiden sudah memonitor terkait perkembangan pasar modal akibat daripada regulasi atau apa yang dilakukan oleh MSCI," ujar Airlangga, seperti dikutip dari chapnews.id. Selain MSCI, perhatian juga tertuju pada penilaian dari lembaga rating lain seperti UBS dan Goldman Sachs.

Rapat koordinasi mendesak terkait kondisi pasar modal ini dipimpin oleh Airlangga. Turut hadir dalam pertemuan penting tersebut adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan intensif yang telah digelar sehari sebelumnya untuk mencari solusi atas tekanan pasar.
Meski demikian, Airlangga meyakinkan publik bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan stabil di tengah dinamika global. Ia juga menekankan sinergi yang solid antara kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas. Optimisme pasar mulai terlihat dengan rebound-nya IHSG kemarin, dan pada pembukaan perdagangan pagi ini, indeks kembali bergerak di zona hijau, menandakan pemulihan kepercayaan investor.



