Swasembada Gula di Depan Mata? Produksi 2025 RI Melejit!
Chapnews – Ekonomi – Indonesia semakin mantap melangkah menuju kemandirian pangan, khususnya di sektor gula. Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini mengumumkan capaian produksi gula nasional yang sangat positif sepanjang tahun 2025, mencapai angka 2,67 juta ton. Angka ini merupakan fondasi kuat dan menunjukkan progres signifikan dalam upaya mencapai swasembada gula, dengan realisasi sekitar 97,54 persen dari target yang telah ditetapkan.

Peningkatan produksi gula ini tidak terlepas dari performa gemilang sektor hulu, yakni produksi tebu nasional. Sepanjang tahun 2025, produksi tebu tercatat mencapai 39,07 juta ton, dengan rata-rata produktivitas lahan yang impresif sebesar 69,35 ton per hektare. Capaian ini bahkan melampaui target yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan, mengindikasikan keberhasilan berbagai intervensi dan program pemerintah di lapangan.
Komitmen Kuat Menuju Swasembada 2027
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa swasembada gula adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar. Untuk itu, pemerintah akan terus menggenjot dan mengakselerasi penguatan produksi tebu guna mengurangi ketergantungan pada impor. "Pemerintah fokus meningkatkan produktivitas tebu, memperluas areal tanam, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula dari hulu hingga hilir," ujar Amran dalam keterangan pers yang diterima chapnews.id pada Jumat (6/2/2026).
Komitmen ini sejalan dengan Roadmap Swasembada Gula Nasional yang tertuang dalam Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, di mana pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada tahun 2027.
Strategi Jitu di Lapangan
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, membeberkan kunci di balik keberhasilan produksi tebu tahun 2025. Menurutnya, capaian ini didorong oleh implementasi berbagai program strategis, antara lain praktik bongkar ratoon yang efektif, penggunaan varietas tebu unggul yang adaptif, serta pendampingan teknis yang intensif dan berkelanjutan kepada para petani.
Roni juga menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan varietas tebu unggul dan memperkuat sistem perbenihan nasional sebagai pilar utama untuk mewujudkan kemandirian gula nasional. Secara geografis, Jawa Timur masih menjadi lumbung utama produksi tebu di Indonesia, diikuti oleh Lampung dan Jawa Tengah. Selain itu, upaya ekstensifikasi atau perluasan kawasan tebu juga terus digalakkan di sejumlah provinsi potensial lainnya, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Dengan langkah-langkah komprehensif ini, harapan untuk mencapai swasembada gula di Indonesia semakin nyata.



