Ekonomi RI Diguncang Moody’s, BI Punya Jurus Ampuh!
Chapnews – Ekonomi – Bank Indonesia (BI) dengan tegas menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh, meskipun lembaga pemeringkat global Moody’s baru-baru ini menurunkan prospek (outlook) utang negara menjadi negatif. Berbicara dari Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (6/2/2026), BI meyakinkan publik bahwa indikator stabilitas sistem keuangan (SSK) saat ini masih berada pada level yang sangat sehat. Tak hanya itu, peluang untuk mendorong pertumbuhan kredit, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dinilai masih terbuka lebar melalui berbagai inisiatif pemerintah.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, menekankan optimisme bank sentral. "Fundamental kita masih sangat kuat. Semua variabel kami amati dan proyeksikan tetap mengarah positif. Kami juga melihat banyak program prioritas yang bisa didorong untuk mempercepat pertumbuhan kredit dan ekonomi," ujar Alexander, menggarisbawahi keyakinan BI terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Alexander lebih lanjut menjelaskan bahwa penurunan outlook oleh Moody’s lebih merupakan evaluasi sementara terhadap kondisi terkini, bukan cerminan pelemahan fundamental ekonomi jangka panjang. "Rating dan outlook artinya mereka melihat sekarang ini, bagaimana kita dinilai, dan bagaimana bayangan penilaian ke depan. Sejauh ini, konsen Moody’s terkait beberapa hal seperti penerimaan, tetapi dari sisi SSK, fundamental kita tetap sangat kuat," paparnya, membedakan antara kekhawatiran jangka pendek Moody’s dengan kekuatan struktural ekonomi Indonesia.
Menurut Alexander, fase pertumbuhan kredit saat ini masih di bawah potensi optimalnya. Oleh karena itu, peran bank sentral menjadi krusial dalam mendorong siklus bisnis dan keuangan guna mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi. "Indikator-indikator kami belum menunjukkan adanya risiko yang signifikan. Semua variabel masih perlu didorong, dan kami melihat banyak program pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan kredit dan akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi," kata Alexander, menyoroti ruang gerak yang masih luas untuk ekspansi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program hilirisasi pangan dan sumber daya alam perlu didorong akselerasinya. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat pembiayaan dan meningkatkan penyaluran kredit UMKM, yang memang menjadi salah satu fokus utama Bank Indonesia pada tahun ini demi mendorong roda perekonomian.


