Chapnews – Ekonomi – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), yang merupakan Subholding Gas Pertamina, telah memproyeksikan belanja modal (capital expenditure/capex) yang masif untuk tahun 2026. Angkanya mencapai USD 353 juta, atau setara dengan Rp 5,93 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.800 per dolar AS. Dana jumbo ini disiapkan untuk mengakselerasi pengembangan proyek-proyek strategis di sektor gas bumi, demi memperluas pemanfaatan energi bersih di tingkat nasional.
Fokus utama alokasi capex 2026 ini, sekitar 62%, akan diarahkan pada segmen midstream, downstream, serta sektor pendukung lainnya. Langkah konkret yang akan diambil PGN meliputi penguatan infrastruktur distribusi gas yang sudah ada dan ekspansi jaringan gas rumah tangga (jargas) ke lebih banyak wilayah. Ini menunjukkan komitmen PGN untuk mendekatkan akses gas bumi kepada masyarakat luas, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemerataan energi.

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, di Jakarta, Sabtu (7/2/2026), menegaskan bahwa investasi akan dilakukan secara cermat, selektif, dan bertahap. "Ini demi mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya. Rachmat juga menekankan pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas sebagai pendorong utama pencapaian target ambisius perusahaan. PGN percaya, dedikasi SDM adalah motor penggerak utama dalam mewujudkan visi perusahaan.
Sebagai tulang punggung penyedia gas di Indonesia, PGN memahami bahwa investasi jangka panjang adalah kunci untuk memastikan pasokan energi yang berkelanjutan dan terjangkau. Dengan strategi capex yang terarah ini, PGN tidak hanya berupaya meningkatkan kinerja bisnis dan profitabilitas, tetapi juga berkontribusi signifikan pada transisi energi yang lebih bersih dan efisien bagi Indonesia, sejalan dengan target pengurangan emisi karbon. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan PGN dapat diikuti melalui kanal berita chapnews.id.



