Chapnews – Nasional – Di tengah derasnya arus disrupsi informasi, sebuah optimisme kuat disuarakan oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat. Ia meyakini bahwa era kekacauan media massa di Indonesia akan segera berakhir, mengembalikan kepercayaan publik pada jurnalisme yang kredibel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam gelaran Konvensi Nasional Media Massa yang berlangsung di Kota Serang, Banten, pada Minggu, 8 Februari lalu. Acara penting ini turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, serta Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria.
Dalam paparannya yang mendalam, Komaruddin menjelaskan bahwa fenomena disrupsi media bukanlah masalah lokal semata, melainkan gelombang global yang melanda seluruh dunia. Ia menyoroti bagaimana ruang-ruang digital kini dibanjiri oleh konten-konten menyesatkan, mulai dari hoaks, informasi bias, hingga ‘noise’ yang mengaburkan kebenaran. "Jadi ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga dunia," tegasnya.

Namun, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menegaskan keyakinannya bahwa disrupsi di Indonesia tidak akan berlarut-larut. Kuncinya, menurut Komaruddin, terletak pada inovasi dan kreativitas insan pers. "Disrupsi itu biasanya tidak akan lama, jika kita kreatif," katanya.
Komaruddin menganalogikan kondisi disrupsi media saat ini seperti banjir bandang yang membawa serta lumpur dan kotoran. Namun, ia percaya bahwa setelah badai berlalu, tanah akan kembali subur, dan masyarakat akan mencari sumber air bersih yang jernih. "Pers ini semacam lembaga penyulingan, menawarkan air bersih untuk masyarakat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa publik pada akhirnya akan mencapai titik jenuh terhadap derasnya arus berita toksik dan akan kembali mencari informasi yang terverifikasi dan tepercaya.
Konvensi Nasional Media Massa ini sendiri diharapkan menjadi wadah strategis untuk merumuskan langkah-langkah jitu dan inovatif dalam menghadapi tantangan disrupsi media serta perkembangan kecerdasan buatan (AI). Komaruddin juga mengungkapkan rasa gembiranya melihat semangat optimisme yang tinggi dari berbagai perusahaan dan praktisi media massa untuk melewati masa sulit ini. "Sehingga forum ini bisa menjadikan kita berpikir positif ke depan," katanya. Sebagai Ketua Dewan Pers, ia menyatakan optimisme dan apresiasi mendalam kepada pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital, atas dukungan dalam menghadapi situasi yang dinamis ini.



