Chapnews – Nasional – Angin puting beliung dahsyat menghantam kawasan Terminal Kalimas, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa malam (10 Februari) hingga Rabu dini hari (11 Februari) 2026. Insiden cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas vital yang berada di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa.
Purwanto Wahyu Widodo, selaku Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang disertai angin kencang tersebut menyebabkan kerusakan parah pada atap dua gudang utama, yakni Gudang 611 dan Gudang 612. "Gudang 611 dalam kondisi kosong saat kejadian, sementara Gudang 612 berisi berbagai komoditas penting," terang Purwanto pada Rabu siang.

Sebagai respons cepat, tim operasional Pelindo bersama para pemangku kepentingan terkait segera bergerak untuk mengamankan dan menutup area kargo guna mencegah dampak lanjutan dari hujan yang masih berlangsung pasca-kejadian. Selain itu, jalur keluar-masuk di Pos 4 Kalimas sempat mengalami gangguan akibat material yang berjatuhan dan kondisi cuaca yang memburuk. Namun, pada malam yang sama, kebijakan rekayasa lalu lintas operasional dengan skema masuk dan keluar melalui akses yang sama telah diberlakukan untuk menjamin kelancaran aktivitas logistik.
Saat ini, upaya pemulihan fasilitas yang rusak terus digencarkan. Proses ini mencakup pembersihan menyeluruh area terdampak, perbaikan jaringan kelistrikan, serta normalisasi sistem penunjang operasional lainnya di kawasan Kalimas.
"Yang terpenting, dalam insiden ini tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh pekerja dan personel yang berada di area pelabuhan dipastikan dalam kondisi aman," tegas Purwanto. Ia menambahkan bahwa penanganan pasca-kejadian ini dilakukan dengan sigap, terkoordinasi, dan mengutamakan aspek keselamatan. "Fokus utama kami adalah pengamanan kargo pelanggan, akselerasi perbaikan fasilitas, serta memastikan kelancaran kegiatan operasional. Secara umum, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kalimas tetap berlangsung seperti biasa," ujarnya.
Senada, Ana Adiliya, Branch Manager Kalimas Subholding Pelindo Multi Terminal, memastikan bahwa langkah penanganan yang diambil tim Pelindo tidak sampai menghambat kegiatan operasional Kalimas. "Tim di lapangan langsung melakukan tindakan mitigasi sesegera mungkin setelah kejadian, termasuk penutupan kargo serta pengamanan area gudang yang terdampak. Kami juga telah menjalin komunikasi dengan pemilik barang untuk memastikan proses pengiriman tetap terlaksana dan diupayakan minim hambatan berarti. Saat ini, aktivitas bongkar muat dan layanan operasional Kalimas tetap lancar," kata Ana.
Insiden puting beliung ini merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang menerpa Surabaya dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pertengahan Februari 2026, wilayah Jawa Timur memang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, dipicu oleh pengaruh Monsun Asia dan dinamika atmosfer lokal.



