Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Kamis (12/2/2026) pagi ini dengan performa yang membanggakan, langsung melonjak ke level 8.295. Penguatan ini menandai optimisme pasar yang terus berlanjut setelah penutupan positif di hari sebelumnya.
Tercatat, pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, IHSG juga menunjukkan kegigihan dengan bertengger di posisi 8.290, melanjutkan tren positif yang kini kembali berlanjut. Momentum kenaikan ini memberikan sinyal positif bagi para pelaku pasar di awal pekan.

Dinamika perdagangan pagi ini begitu terasa. Hanya dalam kurun waktu 10 menit setelah bel pembukaan, volume perdagangan sudah mencapai 5 miliar lembar saham. Total nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai angka Rp2,9 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 360 ribu kali. Angka kapitalisasi pasar (market cap) pun tak kalah fantastis, menyentuh Rp15 triliun, menggambarkan geliat pasar yang aktif.
Meskipun sentimen positif mendominasi, pergerakan saham individu menunjukkan variasi. Sebanyak 264 saham tercatat mengalami kenaikan harga, sementara 280 saham lainnya harus rela terkoreksi. Di sisi lain, 410 saham tetap berada di posisinya, menunjukkan stagnasi.
Beberapa emiten berhasil mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan. Rockfields Properti Indonesia (ROCK) memimpin daftar top gainers pagi ini, melaju kencang dengan penguatan 24,74 persen. Disusul ketat oleh Ifishdeco (IFSH) yang naik 24,05 persen, dan Leyand International (LAPD) yang juga perkasa dengan kenaikan 24,45 persen.
Namun, tidak semua investor merasakan manisnya cuan. Di sisi lain, beberapa saham harus menelan pil pahit. Indo Premier Investment Management (XIML) menjadi top losers dengan koreksi 15,00 persen. Disusul oleh Indo Premier Investment Management (XISC) yang melemah 14,15 persen, serta Indo Premier Investment Management (XIFE) yang turun 13,64 persen.
Dari kacamata sektoral, beberapa sektor turut menyumbang pada penguatan IHSG. Sektor energi menjadi penopang utama dengan kenaikan 0,80 persen. Sektor non-siklikal juga menunjukkan performa positif dengan penguatan 0,04 persen, diikuti oleh sektor siklikal yang turut menguat 0,31 persen, menandakan distribusi penguatan yang cukup merata di beberapa lini bisnis.


