Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dugaan kuat terjadinya kolusi antara oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan butik perhiasan ternama dunia, Tiffany & Co. Kecurigaan ini muncul setelah ditemukan kejanggalan dalam administrasi barang-barang impor bernilai fantastis yang dijual di gerai-gerai tersebut.
Menkeu Purbaya menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi praktik curang dan berjanji akan mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran ini. "Sepertinya ada indikasi (kongkalikong). Nanti kita telusuri siapa yang terlibat," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Minggu (15/2/2026), seperti dikutip chapnews.id.

Purbaya menduga, praktik tak beres ini diduga kuat melibatkan oknum pejabat di era sebelum dilakukannya rotasi besar-besaran di tubuh DJBC. Ia menekankan bahwa langkah rotasi personel yang telah ia lakukan merupakan bagian dari upaya sistematis untuk membersihkan institusi dari praktik koruptif. "Pejabat baru sudah saya rotasi. Kita lihat nanti bagaimana prosesnya sesuai aturan," tegasnya.
Langkah tegas ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah menyegel sementara tiga butik Tiffany & Co. Penutupan sementara ini dilakukan di lokasi strategis seperti Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place. Operasi tersebut bertujuan memeriksa secara mendalam barang-barang mewah (high value goods) yang diduga belum memenuhi kewajiban pelaporan resmi dan administrasi kepabeanan. Investigasi mendalam diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta di balik dugaan praktik tidak sehat ini.



