Chapnews – Nasional – Dunia maya dan warga Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan oleh kabar meninggalnya seorang remaja laki-laki berinisial NS (12) dengan luka bakar parah di sekujur tubuhnya. Dugaan kuat mengarah pada penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya, TR (46). NS menghembuskan napas terakhir di RSUD Jampangkulon pada Kamis (19/2), setelah sebuah video yang merekam kondisi terakhirnya sebelum meninggal viral dan memicu kemarahan publik.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat jelas luka lebam yang sangat parah di area wajah NS, terutama di kedua matanya yang tampak membiru. Tak hanya itu, sebuah luka terbuka cukup besar menyerupai luka bakar atau bekas siraman air panas juga terlihat di bagian paha korban. Ayah kandung NS, Anwar Satibi (38), tampak setia mendampingi dan memberikan semangat meski kondisi sang anak sudah sangat lemah. Di tengah kepedihan itu, NS sempat menyebut nama ibu tirinya sebagai sosok yang menyebabkan luka-luka di tubuhnya.

Anwar Satibi pertama kali mengetahui kondisi putranya yang memprihatinkan setelah dihubungi oleh istrinya saat ia sedang bekerja di Kota Sukabumi. "Saya ditelepon, ‘Pulang yah, si Raja teu damang, tos ngalantur, panas’," ujar Anwar, seperti dilansir chapnews.id, Sabtu (21/2). Setibanya di rumah, Anwar terperanjat melihat kondisi anaknya dengan tubuh melepuh parah. Saat ditanya, sang istri berdalih bahwa luka-luka tersebut diakibatkan oleh sakit panas.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Di sana, NS sempat memberikan keterangan kepada kerabatnya. "Ditanyalah, ngaku dikasih minum air panas (oleh ibu tirinya)," kata Anwar, yang pengakuan ini memicu kemarahan dan kekerasan yang sempat ia lakukan dalam video viral tersebut.
Hasil autopsi yang dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi membeberkan temuan yang mengkhawatirkan. Kepala RS Bhayangkara, Kombes Carles Siagian, pada Sabtu (21/2), menyatakan bahwa ditemukan luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban, termasuk di kaki kiri, punggung, serta area bibir dan hidung yang diduga karena paparan panas. Pemeriksaan organ dalam oleh tim forensik juga menguak adanya sedikit pembengkakan pada jantung dan paru-paru korban. Sampel organ vital tersebut telah dikirim ke Jakarta untuk uji laboratorium lanjutan, guna menelusuri kemungkinan keberadaan zat lain atau penyakit bawaan yang mungkin berkontribusi. Meski demikian, Carles menambahkan bahwa penyebab kematian korban belum dapat disimpulkan secara pasti, karena luka-luka tersebut secara medis seharusnya tidak langsung menyebabkan kematian.
Di sisi lain, TR (46), ibu tiri korban, menampik keras tuduhan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya. Dalam wawancara tertulis melalui aplikasi perpesanan, ia bersikeras, "Tuduhan dari netizen seperti berita itu semua tidak benar. Saya tidak sekeji itu." TR mengklaim bahwa luka pada tubuh NS bukan akibat kekerasan, melainkan karena korban memiliki riwayat penyakit serius seperti kanker darah leukemia dan autoimun, yang menurutnya menyebabkan kulit melepuh akibat "panas dalam."
Namun, klaim TR dibantah oleh hasil visum yang disampaikan pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono, seperti dilansir chapnews.id, Minggu (22/2), memaparkan bahwa visum menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, hingga anggota gerak. Lebih lanjut, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma tumpul. Polisi juga mengungkap bahwa NS diketahui pulang ke rumah saat libur dari pondok pesantren dan sempat mengalami sakit. Pada hari yang sama, korban sempat dibawa oleh ibu tirinya ke seorang tukang urut berinisial S. Kecurigaan muncul saat sang ayah tiba kembali di rumah pada Kamis dini hari dan mendapati sejumlah luka lecet yang tersebar di tubuh anaknya. NS dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB setelah sempat memberikan pengakuan. Kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis NS.



