Chapnews – Nasional – Ratusan massa yang diliputi kemarahan menggeruduk Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) di Sleman pada Selasa malam. Aksi ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya terkait maraknya dugaan tindak kekerasan oleh oknum anggota Korps Bhayangkara.
Seorang peserta aksi yang enggan diungkap identitasnya mengungkapkan, puncak kemarahan massa salah satunya dipicu oleh insiden brutal yang melibatkan oknum Brimob terhadap siswa MTS di Tual, Maluku Utara, yang terjadi belum lama ini. Peristiwa tersebut menambah panjang daftar kasus yang mencoreng citra kepolisian di mata masyarakat.

Massa, yang identitas dan afiliasinya belum diketahui secara pasti, mulai berdatangan ke Mapolda DIY setelah waktu Maghrib, sekitar pukul 18.00 WIB. Setibanya di lokasi, suasana langsung memanas. Tanpa ragu, mereka langsung merubuhkan water barrier pembatas jalan dan bahkan mendobrak pintu gerbang Mapolda di sisi timur, menunjukkan tingkat frustrasi yang tinggi.
Namun, upaya massa untuk menerobos lebih jauh terhalang oleh kawat berduri yang telah dipasang sebagai barikade. Terlihat sejumlah petugas kepolisian bersiaga di area dalam kompleks Mapolda, menjaga ketat situasi agar massa tidak bisa masuk lebih dalam. Sebagai bentuk ekspresi protes, tembok depan Mapolda menjadi sasaran coretan massa dengan berbagai tulisan bernada kritis dan tuntutan reformasi.
Pantauan di lokasi hingga berita ini diturunkan menunjukkan bahwa massa masih terus berdatangan, menambah jumlah peserta aksi. Dampak dari aksi ini, lajur Ring Road dari arah barat menuju timur terpaksa ditutup total untuk lalu lintas kendaraan, menyebabkan kemacetan dan pengalihan arus di sekitar area Mapolda DIY.



