Ads - After Header

Kejutan Rupiah! Menguat Drastis, Ini Pemicunya!

Ahmad Dewatara

Kejutan Rupiah! Menguat Drastis, Ini Pemicunya!

Chapnews – Ekonomi – Mata uang Garuda menunjukkan kekuatannya di hadapan dolar Amerika Serikat. Rupiah berhasil menutup perdagangan Kamis (26/2/2026) dengan penguatan signifikan, melonjak 41 poin atau setara 0,24 persen, menembus level Rp16.759 per dolar AS. Kinerja impresif ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan.

Menurut analisis pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, salah satu pendorong utama penguatan rupiah berasal dari sentimen eksternal. Pasar global tengah mencermati perkembangan diplomatik krusial antara Amerika Serikat dan Iran. Para pejabat dari kedua negara dijadwalkan bertemu di Jenewa untuk kembali membahas program nuklir Teheran.

Kejutan Rupiah! Menguat Drastis, Ini Pemicunya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ibrahim dalam risetnya menyebutkan, utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan berdialog dengan perwakilan Iran pada Kamis sore, dalam upaya Washington mencapai kesepakatan terkait program nuklir dan rudal balistik Teheran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyiratkan adanya peluang resolusi diplomatik jika kedua belah pihak menunjukkan komitmen konstruktif. Namun, Presiden Donald Trump memberikan peringatan keras, menyatakan "hal-hal buruk" dapat terjadi jika tidak ada kemajuan berarti.

Selain itu, pasar juga tengah mengevaluasi implikasi dari pengumuman tarif baru oleh AS. Keputusan ini menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang baru-baru ini mengubah kerangka hukum bagi sejumlah kebijakan perdagangan. Pemberlakuan bea masuk global baru hingga 15 persen ini dipandang menambah lapisan ketidakpastian terhadap prospek perdagangan dunia.

Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat tampak meredup. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran para pembuat kebijakan terkait tekanan inflasi yang masih persisten. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, pada Selasa lalu menegaskan kehati-hatiannya dalam memangkas suku bunga tanpa adanya bukti konkret bahwa inflasi secara berkelanjutan telah kembali ke target 2 persen.

Penguatan rupiah ini menunjukkan resiliensi mata uang domestik di tengah berbagai sentimen global yang saling tarik-menarik, mulai dari upaya diplomatik hingga kebijakan ekonomi makro negara adidaya. Investor kini menanti bagaimana perkembangan selanjutnya dari faktor-faktor tersebut akan memengaruhi pergerakan rupiah ke depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer