Chapnews – Nasional – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono tak dapat menyembunyikan kekecewaannya saat melakukan inspeksi mendadak di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Ekas Buana, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini. Kunjungan tersebut diwarnai luapan kemarahan sang menteri yang menyoroti kualitas infrastruktur proyek yang dinilai jauh dari standar kelayakan dan berpotensi merugikan masyarakat.
Dalam tinjauannya, Trenggono langsung mencecar pihak pelaksana proyek terkait mutu konstruksi yang amburadul. Ia bahkan secara spesifik menyinggung keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pengerjaan fasilitas vital bagi masyarakat pesisir tersebut.

"Anda ini ADHI Karya, BUMN bukan? Kenapa membangun fasilitas seperti ini? Apakah Anda pikir bangunan ini sudah bagus? Tolong dipikirkan yang serius, jangan main-main dengan kualitas seperti ini," tegas Trenggono dengan nada tinggi, seperti yang terekam dalam video yang beredar dan dikutip oleh chapnews.id.
Tak hanya berhenti pada teguran langsung di lokasi, Trenggono juga diketahui menghubungi seseorang melalui telepon untuk menyampaikan peringatan keras. Ia menekankan agar seluruh pekerjaan segera dibenahi sebelum masalah ini menjadi perhatian yang lebih luas, bahkan menyinggung kemungkinan kunjungan presiden.
"Saya ingatkan, suatu saat nanti Presiden bisa datang dan melihat langsung kondisi ini. Jangan sampai ada indikasi korupsi. Ini bukan main-main, saya minta semuanya segera dibenahi, dikoreksi total, termasuk finishing-nya, ini tidak benar!" serunya dalam percakapan telepon tersebut, yang dijawab singkat dengan kesanggupan dari pihak di seberang.
Trenggono menegaskan bahwa pembangunan fasilitas untuk nelayan harus memenuhi standar kualitas terbaik. Hal ini bukan hanya soal estetika, melainkan menyangkut hajat hidup dan kepentingan jangka panjang masyarakat pesisir yang akan menggunakan fasilitas tersebut. Oleh karena itu, ia mendesak agar seluruh kekurangan segera diperbaiki dan disempurnakan. Tujuannya jelas, agar hasil pembangunan benar-benar dapat memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan bagi para nelayan setempat, bukan sekadar proyek yang mangkrak atau cepat rusak.



