Anggie Ariesta
Senin, 09 Maret 2026 | 15:53 WIB

(Foto: chapnews.id)
Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan peninjauan langsung ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3/2026). Kunjungan ini dilakukan di tengah maraknya analisis sejumlah ekonom yang menyuarakan kekhawatiran akan resesi dan penurunan drastis daya beli masyarakat Indonesia. Purbaya hadir untuk membuktikan langsung kondisi ekonomi di lapangan.
Usai berkeliling dan berinteraksi langsung dengan para pedagang serta pengunjung yang memadati salah satu pusat grosir terbesar di Asia Tenggara tersebut, Purbaya menegaskan bahwa kondisi riil di lapangan menunjukkan gambaran yang jauh berbeda dari kekhawatiran para pengamat.
"Banyak pihak mengemukakan kekhawatiran tentang resesi dan daya beli yang anjlok, bahkan menyebut pasar-pasar sepi pengunjung. Saya ingin memastikan langsung, sebab data ekonomi kita menunjukkan pertumbuhan positif. Jika demikian, seharusnya Pasar Tanah Abang tetap ramai. Setelah saya cek, terbukti bahwa daya beli masyarakat masih kuat, aktivitas belanja tetap tinggi, dan pasar ini masih dipadati pengunjung," jelas Purbaya saat ditemui di Lantai 5 Blok A Tanah Abang, Senin (9/3).
Purbaya mencatat bahwa kerumunan pengunjung yang memadati pusat grosir tersebut menjadi bukti kuat bahwa denyut aktivitas konsumsi domestik tetap bersemangat. Ia meyakinkan publik bahwa fondasi ekonomi nasional saat ini sangat kokoh dan jauh dari kategori krisis.
"Ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat menunjukkan tren perbaikan. Kita tidak berada dalam kondisi resesi, apalagi krisis. Perekonomian nasional kita berada dalam jalur yang positif, sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas," tegasnya.
Terkait kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia yang menyentuh angka USD 117 per barel akibat tensi geopolitik di Timur Tengah, Purbaya memastikan pemerintah akan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen peredam guncangan (shock absorber). Langkah strategis ini diambil guna melindungi masyarakat dari dampak inflasi energi yang berlebihan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.



