Chapnews – Nasional – Jakarta – Gelombang ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, memicu kesiapsiagaan pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan ibadah haji 1445 H/2024 M. Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar, mengungkapkan bahwa sejumlah skenario telah dirancang untuk memastikan keselamatan jemaah haji Indonesia di tengah potensi konflik yang memanas.
Dahnil menyatakan harapan besar agar situasi di kawasan tersebut segera mereda, memungkinkan pelaksanaan haji berjalan sesuai rencana awal. "Skenario utama kita saat ini adalah keselamatan jemaah haji dan semoga pelaksanaan haji bisa berjalan lancar. Itu harapan kita," ujar Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3), seperti dikutip chapnews.id. Namun, ia menegaskan bahwa berbagai kemungkinan lain tetap dalam perhitungan.

Rute Penerbangan Alternatif Jadi Prioritas
Salah satu fokus utama pemerintah adalah menjamin keamanan rute penerbangan. Dahnil menjelaskan, koordinasi intensif sedang dilakukan dengan otoritas penerbangan internasional, pemerintah Arab Saudi, serta negara-negara lain yang dilintasi. "Ada rute yang berbeda yang bisa kita gunakan, misalnya melalui jalur selatan atau melintasi Afrika," paparnya, mengindikasikan fleksibilitas dalam navigasi udara.
Opsi Penundaan Keberangkatan Jika Konflik Memburuk
Skenario krusial lainnya adalah penundaan keberangkatan jemaah. Opsi ini akan dipertimbangkan serius jika konflik di Timur Tengah tak kunjung mereda hingga 22 April, yang merupakan jadwal keberangkatan kloter pertama. "Jika situasi membahayakan jemaah dan keselamatan mereka, seperti yang pernah terjadi saat pandemi COVID-19, maka skenario penundaan keberangkatan bisa saja muncul," jelas Dahnil. Keputusan penting ini, lanjutnya, akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Arahan Presiden: Keselamatan Jemaah Tak Bisa Ditawar
Dahnil menekankan bahwa keselamatan jemaah haji asal Indonesia adalah prioritas mutlak yang tak bisa ditawar. Hal ini, menurutnya, merupakan penekanan penting dari Presiden RI Prabowo Subianto. "Petunjuk Presiden jelas, semua kondisi dan skenario harus dipersiapkan. Orientasinya, pastikan keselamatan jemaah adalah yang utama," pungkas Dahnil. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah haji di tengah dinamika geopolitik global.



