Chapnews – Nasional – Kondisi banjir di kawasan Periuk Damai, Tangerang, dilaporkan semakin memprihatinkan setelah memasuki hari ketiga tanpa tanda-tanda surut. Ribuan warga di beberapa Rukun Warga (RW) terpaksa berjuang di tengah genangan air yang tak kunjung reda, mengganggu aktivitas sehari-hari secara drastis.
Sejak Sabtu lalu, wilayah ini mulai digenangi air akibat curah hujan intensitas tinggi yang terus-menerus mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya, diperparah dengan luapan air dari kali di sekitar pemukiman. Ketinggian air bervariasi, mulai dari lutut orang dewasa hingga mencapai pinggang, membuat akses jalan utama terputus dan banyak rumah terendam. Foto-foto yang beredar menunjukkan pemandangan pilu rumah-rumah yang terendam dan warga yang mencoba menerjang genangan.

Situasi ini memaksa warga untuk membatalkan berbagai kegiatan, mulai dari bekerja, sekolah, hingga beribadah. Sebagian besar warga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka yang masih aman, sementara yang lain mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau posko darurat yang belum sepenuhnya memadai. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan mulai menjadi perhatian serius di tengah keterbatasan akses.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dilaporkan tengah berupaya melakukan penanganan, termasuk penyediaan perahu karet untuk evakuasi dan distribusi bantuan. Namun, luasnya area terdampak dan derasnya arus di beberapa titik menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Warga berharap agar upaya penanganan dapat dipercepat dan bantuan segera merata.
Warga Periuk Damai berharap agar genangan air segera surut dan bantuan dapat menjangkau seluruh area terdampak. Peristiwa ini juga kembali menyoroti pentingnya sistem drainase yang lebih baik dan mitigasi bencana banjir yang komprehensif di wilayah perkotaan seperti Tangerang, agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang. Informasi lebih lanjut akan terus diperbarui oleh chapnews.id seiring perkembangan situasi di lapangan.

