Oleh: Taufik Fajar, Jurnalis chapnews.id – Rabu, 11 Maret 2026 | 07:03 WIB
Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Masyarakat dapat bernapas lega. Pemerintah memastikan belum ada rencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Penegasan ini disampaikan di tengah gejolak harga minyak mentah global yang melonjak tajam akibat eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi garda terdepan yang menjamin stabilitas ini.

Purbaya menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh untuk mempertahankan skema subsidi BBM yang berlaku saat ini. Fokus utama adalah menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, sebuah langkah krusial untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM," ujar Purbaya dengan lugas saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Keyakinan pemerintah ini bukan tanpa dasar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengonfirmasi bahwa kondisi stok energi domestik masih berada dalam zona aman, memberikan bantalan yang cukup untuk menahan guncangan eksternal.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa meskipun harga minyak dunia menunjukkan fluktuasi, rata-rata perkembangannya secara kumulatif masih berada di bawah batas asumsi maksimal yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan kondisi fiskal negara yang dinilai masih mumpuni, pemerintah memiliki ruang untuk menyerap (absorb) dampak kenaikan harga energi global tanpa harus serta-merta membebankannya kepada masyarakat.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau dinamika pasar energi secara intensif dalam satu bulan ke depan, memastikan setiap perkembangan dapat diantisipasi dengan baik. Purbaya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan gejolak ekonomi ini kepada pemerintah. Ia mengingatkan rekam jejak Indonesia yang telah berhasil melewati berbagai krisis energi sebelumnya, menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi negara.



