Chapnews – Nasional – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumumkan kabar baik terkait kondisi Pelabuhan Gilimanuk. Antrean kendaraan yang sebelumnya memanjang kini telah berhasil terurai sepenuhnya pada Rabu (18/3). Seluruh kendaraan kini tertampung rapi di area buffer zone, menghilangkan pemandangan antrean di luar kawasan pelabuhan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari sinergi kuat antar seluruh pemangku kepentingan. "Penguraian antrean ini merupakan hasil kerja bersama yang solid, mulai dari optimalisasi operasional kapal, pengaturan lalu lintas yang cerdas, hingga pemanfaatan buffer zone secara maksimal. Kami berkomitmen memastikan layanan tetap optimal demi kenyamanan pengguna jasa," jelas Yossianis dalam pernyataan resminya yang diterima chapnews.id pada Rabu (18/3).

Kementerian Perhubungan juga mengonfirmasi kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk telah kembali terkendali. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, melaporkan bahwa sejak pukul 16.00 WITA, tidak ada lagi kendaraan yang mengantre di luar area pelabuhan, karena semua telah tertampung di dalam buffer zone.
Berbagai strategi mitigasi terus diterapkan untuk menjaga stabilitas dan kelancaran arus. Ini termasuk percepatan waktu layanan kapal di dermaga, penambahan jumlah kapal yang beroperasi, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) dengan durasi yang lebih singkat untuk mempercepat proses muat dan bongkar. Aan Suhanan turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi efektif dari berbagai pihak, seperti kepolisian, operator pelabuhan, dan masyarakat yang telah mendukung pengaturan di lapangan.
Data operasional dari Posko Gilimanuk menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume penyeberangan. Selama 14 jam pada 18 Maret (pukul 00.00-14.00 WIB) atau yang dikenal sebagai H-3, tercatat 144 trip kapal telah beroperasi. Jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali menuju Jawa mencapai 48.230 orang, melonjak 37,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 35.090 orang.
Peningkatan juga terjadi pada semua kategori kendaraan. Sepeda motor tercatat 11.343 unit (naik 35 persen), mobil pribadi 4.237 unit (naik 26,9 persen), truk 613 unit (naik 67,9 persen), dan bus 320 unit (naik 35 persen). Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 16.513 unit, meningkat 33,8 persen dari 12.341 unit pada tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, dari H-10 hingga H-3 pukul 14.00, total penumpang mencapai 431.628 orang (naik 3,4 persen) dan total kendaraan 139.405 unit (naik 5,5 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Keberhasilan penguraian kemacetan ini menunjukkan kesiapan dan koordinasi yang baik dari semua pihak dalam mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas, khususnya menjelang periode libur.


