Gaji Menteri ‘Kegedean’, Purbaya Setuju Dipangkas!
Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara lugas menyatakan dukungannya terhadap wacana pemotongan gaji pejabat negara, termasuk para menteri dan wakil menteri. Pernyataan tegas ini muncul di tengah rencana pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran di berbagai kementerian dan lembaga (K/L).

Pada Jumat, 20 Maret 2026, Purbaya tidak ragu menyebut bahwa remunerasi yang diterima para pejabat saat ini "sudah kegedean" dan oleh karenanya, langkah pemotongan gaji dinilai sebagai keputusan yang "bagus." "Setuju, itu kan bagus. Gajinya sudah kegedean. Kalau itu (pemotongan gaji) bagus," tegasnya, menggarisbawahi urgensi penyesuaian pendapatan di tengah upaya penghematan nasional.
Dukungan terhadap pemangkasan gaji ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengefisienkan alokasi anggaran K/L. Namun, Purbaya mengakui adanya tantangan signifikan dalam mendorong instansi-instansi tersebut untuk melakukan penghematan secara mandiri. Ia menyoroti kecenderungan unik di mana kementerian justru seringkali mengajukan usulan anggaran tambahan, alih-alih melakukan penghematan, ketika diminta untuk berhemat.
"Mungkin, karena ada putusan efisiensi yang sudah kami rapatkan sebelumnya dengan Menko Perekonomian tentang efisiensi," jelas Purbaya, mengindikasikan bahwa pemerintah pusat kemungkinan besar akan mengambil langkah intervensi langsung.
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diperkirakan akan mengambil pendekatan proaktif. Daripada menunggu inisiatif dari K/L yang cenderung sulit, Kemenkeu akan menetapkan besaran pemotongan anggaran yang harus disesuaikan oleh masing-masing instansi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan tercapainya target efisiensi anggaran yang telah dicanangkan pemerintah.


