Ads - After Header

Gawat! 350 Pekerja Xacti Kena PHK, Ribuan Lain Menyusul?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mengguncang berbagai sektor industri di Indonesia. Kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah penutupan operasional PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, yang berujung pada PHK terhadap 350 pekerjanya. Fenomena ini, menurut Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), merupakan sinyal kuat melemahnya industri nasional akibat tekanan ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga kenaikan biaya produksi yang berpotensi memicu gelombang PHK lebih luas dalam beberapa bulan ke depan, bahkan mengancam ribuan buruh lainnya.

PT Xacti Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Sanyo Indonesia, menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya di Depok. Perusahaan elektronik ini terpaksa merumahkan sekitar 350 karyawannya. Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut tidak lagi mampu bersaing di tengah tekanan industri dan pasar ekspor yang melemah. Meski demikian, proses advokasi yang dilakukan telah membuahkan hasil positif bagi para pekerja. Mereka disebut menerima kompensasi berupa pesangon dua kali ketentuan undang-undang, ditambah uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

Gawat! 350 Pekerja Xacti Kena PHK, Ribuan Lain Menyusul?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Gelombang PHK ini tidak hanya terpusat di Depok. KSPI mencatat bahwa pengurangan tenaga kerja telah menyebar ke sejumlah daerah dan sektor industri. Di Karawang, Jawa Barat, misalnya, sebanyak 1.323 pekerja terdampak PHK. Alasannya beragam, mulai dari penutupan perusahaan, efisiensi operasional, hingga masalah manajemen internal yang tak kunjung usai.

Situasi serupa juga terjadi di Banten, di mana sektor tekstil, alas kaki, dan manufaktur mulai merasakan dampaknya secara signifikan. Beberapa perusahaan besar yang dilaporkan melakukan PHK antara lain PT Nikomas Gemilang, PT Parkland World Indonesia (PWI), PT Sinhwa Bis, dan PT Lung Cheong. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi global dan domestik telah merambah ke berbagai lini produksi.

Secara keseluruhan, fenomena PHK massal ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan pelaku industri. Said Iqbal dari KSPI bahkan memperingatkan potensi PHK yang lebih luas, dengan ancaman mencapai 9.000 buruh dalam beberapa waktu ke depan, jika tidak ada langkah strategis untuk mengatasi tekanan ekonomi global dan domestik. Informasi ini dirangkum oleh chapnews.id berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari berbagai sumber.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer