Chapnews – Ekonomi – Menjelang puncak arus mudik dan balik Lebaran 1447 H atau tahun 2026, KAI Logistik telah mengambil langkah proaktif dengan mengirimkan empat unit lokomotif berjenis hidrolik. Penambahan armada ini bertujuan untuk mengoptimalkan operasional kereta api penumpang, mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi akan sangat tinggi.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program kolaborasi strategis antara KAI Logistik dan PT KAI (Persero) dalam memaksimalkan pemanfaatan aset perkeretaapian lintas pulau. Sebelumnya, KAI Logistik telah berhasil memobilisasi 12 unit lokomotif dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan operasional. Dwi Wulandari, VP Corporate Secretary KAI Logistik, dalam keterangannya pada Sabtu (21/3/2026) yang dikutip chapnews.id, menegaskan bahwa dengan tambahan armada ini, kesiapan sarana di wilayah operasional Jawa diharapkan semakin optimal dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa angkutan Lebaran.

Empat lokomotif yang dimobilisasi terdiri dari dua unit seri BB203 dan dua unit seri BB303. Dengan total bobot mencapai 232 ton, lokomotif-lokomotif ini dikenal memiliki kapabilitas khusus dalam menangani kebutuhan logistik dengan kategori kargo berat. KAI Logistik memastikan seluruh proses penanganan, mulai dari pemuatan, transportasi, hingga pengamanan unit selama perjalanan, telah dilaksanakan dengan standar operasional yang sangat ketat.
Dwi merinci bahwa proses distribusi lokomotif ini telah dimulai sejak 28 Februari 2026. Pengiriman dilakukan melalui jalur multimoda yang terintegrasi, dengan rute awal dari Stasiun Belawan di Divre I Sumatera Utara menuju Stasiun JICT di wilayah Daop 1 Jakarta. Seluruh proses pengiriman dilaporkan telah selesai pada 9 Maret lalu, lebih cepat dari target yang telah ditentukan. Keberhasilan ini, menurut Dwi, merupakan hasil dari penerapan pola kerja operasional yang optimal dan efisien di setiap tahapan.


