Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Profesi pengemudi ojek online (ojol) kini menjadi salah satu profesi yang kian diminati banyak kalangan di Indonesia. Dengan fleksibilitas waktu dan potensi penghasilan yang menarik, tak heran jika banyak yang penasaran: berapa sebenarnya pendapatan driver Gojek dalam sebulan?
Mitos mengenai pendapatan yang minim bagi para pengemudi ojek online (ojol) ternyata tidak sepenuhnya akurat. Dengan dedikasi dan strategi operasional yang cerdas, seorang pengemudi Gojek berkesempatan meraih potensi penghasilan yang cukup menggiurkan.

Berbagai riset dan laporan dari sejumlah sumber media menunjukkan bahwa besaran penghasilan mereka sangat fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh tingkat aktivitas serta efisiensi kerja pengemudi. Informasi lengkap mengenai kisaran pendapatan ini telah dirangkum oleh chapnews.id pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Menghitung Potensi Penghasilan Driver Ojol
Perlu digarisbawahi, angka ini merupakan akumulasi pendapatan kotor dari seluruh pesanan yang berhasil diselesaikan, bukan skema gaji bulanan yang bersifat tetap. Secara umum, driver Gojek yang aktif dan konsisten beroperasi rata-rata mampu meraup pendapatan harian kotor antara Rp200.000 hingga Rp250.000.
Jika konsisten beroperasi sepanjang bulan, estimasi penghasilan bulanan mereka dapat mencapai kisaran Rp4,5 juta hingga Rp6 juta. Potensi ini bahkan bisa melonjak signifikan apabila pengemudi proaktif dalam mengejar berbagai bonus dan insentif performa yang rutin ditawarkan oleh pihak aplikator.
Pengaruh Jenis Kendaraan: Motor vs. Mobil
Faktor lain yang turut menentukan besaran penghasilan adalah jenis armada yang digunakan, apakah sepeda motor (Gojek) atau mobil (Gocar). Perbedaan dalam tarif dasar, jenis layanan, dan potensi jumlah order seringkali membuat pendapatan antara pengemudi motor dan mobil memiliki variasi yang cukup signifikan.
Jurnalis: Taufik Fajar
Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:00 WIB


