Ads - After Header

Terkuak! Kunci Sukses Biomassa Gantikan Fosil di RI

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil untuk memenuhi kebutuhan listriknya, dengan sekitar 90 persen pembangkit beroperasi menggunakan sumber daya tersebut. Di tengah urgensi dekarbonisasi dan target Net Zero Emissions, biomassa muncul sebagai solusi strategis. Namun, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan bahwa keberhasilan program co-firing biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tidak hanya bergantung pada potensi melimpah, melainkan pada tiga pilar utama: rantai pasok yang efisien, standar kualitas bahan bakar yang konsisten, dan infrastruktur pengolahan yang andal.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa entitas ini dibentuk dengan misi vital: menjamin pasokan energi primer bagi sekitar 200 unit PLTU di 52 lokasi, sekitar 200 unit PLTG/PLTGU/PLTMG, serta hampir 800 unit PLTD di seluruh penjuru Indonesia. Hingga saat ini, mayoritas pembangkit listrik nasional masih mengandalkan batu bara, minyak, dan gas. "Sekitar 90 persen pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan energi fosil," ungkap Hokkop dalam keterangannya, seperti dilansir chapnews.id, Senin (27/7/2026). "Oleh karena itu, kami terus memperluas pemanfaatan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara untuk mendukung agenda dekarbonisasi dan pencapaian Net Zero Emissions."

Terkuak! Kunci Sukses Biomassa Gantikan Fosil di RI
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Hokkop menegaskan bahwa seluruh biomassa yang dimanfaatkan PLN EPI berasal dari residu industri kehutanan, perkebunan, dan pertanian. Pendekatan ini secara tegas menolak aktivitas penebangan hutan atau deforestasi, memastikan pengembangan biomassa sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular. "Kami memanfaatkan residu yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi," jelasnya. "Dengan demikian, biomassa tidak hanya menjadi sumber energi alternatif, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor kehutanan dan perkebunan tanpa mengorbankan kelestarian hutan."

Melalui proses pengolahan dan pengendalian mutu yang ketat, biomassa terbukti mampu memenuhi spesifikasi teknis pembangkit. Ini memungkinkan biomassa menggantikan sebagian konsumsi batu bara tanpa mengurangi keandalan operasi PLTU. Implementasi program co-firing PLN EPI terus menunjukkan progres signifikan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil memasok sekitar 2,35 juta ton biomassa, yang berkontribusi pada penurunan emisi karbon sekitar 2,72 juta ton CO2e.

Ambisi PLN EPI tidak berhenti di situ. Jumlah pasokan biomassa ditargetkan meningkat menjadi 3,65 juta ton pada tahun 2026 dan melonjak hingga 4,07 juta ton pada tahun 2027. Target ini dirancang untuk mendukung implementasi co-firing di 52 PLTU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Secara kumulatif, selama periode 2023-2026, PLN EPI telah merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton. Pasokan ini didominasi oleh biomassa berbasis kayu, dengan sawdust menyumbang 54,6 persen dan woodchip sebesar 22,4 persen, yang semuanya telah memenuhi standar spesifikasi bahan bakar pembangkit.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer