Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Langkah ekspansif investor swasta Indonesia kian nyata di kancah internasional. Kali ini, Uzbekistan menjadi target utama dengan pembangunan dan akuisisi sejumlah hotel di Samarkand. Inisiatif ini menandai babak baru penguatan kerja sama ekonomi antara kedua negara, khususnya di sektor pariwisata religi yang tengah menggeliat pesat.
Hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dan Uzbekistan memang sedang memanas. Kedua negara telah menginisiasi Perundingan Free Trade Agreement (FTA) dan meneken berbagai perjanjian kerja sama strategis pada Maret 2026. Sektor-sektor vital seperti tekstil, farmasi, pariwisata, dan infrastruktur menjadi prioritas utama. Data menunjukkan, total perdagangan bilateral mencapai USD181,4 juta pada 2025, melonjak tajam 48,9% dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Melihat potensi besar ini, sektor swasta nasional tak mau ketinggalan. EGI Resources, melalui entitasnya EGI Foods and Beverages LLC, menjalin kemitraan dengan Hamkorbank. Mereka akan membangun sebuah hotel berstandar internasional yang megah di kawasan kompleks Makam Imam Bukhari, sebuah destinasi ziarah terkemuka di Asia Tengah. Tak hanya itu, melalui Arslan Air LLC, EGI Resources juga mengakuisisi aset hotel milik Trastbank JSC. Properti ini akan direvitalisasi dengan sentuhan konsep budaya Indonesia yang unik, siap menyambut wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
CEO EGI Resources, Erslan Gazali Ibrahim, mengungkapkan bahwa hotel hasil pengembangan ini akan diberi nama "Hotel Kampoeng Indonesia". Konsepnya menggabungkan layanan kelas internasional yang prima dengan keramahan khas Nusantara yang hangat. "Konsep ini kami hadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, khususnya di destinasi religi yang terus berkembang," ujar Erslan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/4/2026), seperti dilansir chapnews.id. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memperluas jejak investasi Indonesia, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan keramahan bangsa ke kancah global.


