JAKARTA – Minggu, 21 Juni 2026 – Chapnews – Ekonomi – Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin, membawanya ke level 5,75 persen. Keputusan krusial ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026, di tengah gejolak ekonomi global yang masih diselimuti ketidakpastian.
Tidak hanya BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga ikut terkerek naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen. Senada, suku bunga Lending Facility turut mengalami kenaikan sebesar 25 basis poin, kini berada di angka 6,50 persen. Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil dari asesmen menyeluruh terhadap kondisi ekonomi terkini.

"Berdasarkan asesmen menyeluruh tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen," ujar Perry, menggarisbawahi komitmen BI dalam menjaga stabilitas.
Kenaikan suku bunga ini, menurut Perry, adalah strategi lanjutan yang dirancang untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan ketidakpastian global yang masih tinggi. Lebih lanjut, langkah ini juga berfungsi sebagai upaya antisipatif (preemptive) guna memastikan inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap terkendali, berada dalam kisaran target pemerintah, yakni 12,5 plus minus 1 persen. Ini menunjukkan keseriusan BI dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga memastikan bahwa kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran akan tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang pro-growth. Perry menjelaskan, kebijakan makroprudensial yang bersifat longgar akan terus diperkuat. Tujuannya adalah untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor riil, sembari tetap menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Keputusan ini mencerminkan pendekatan hati-hati namun proaktif dari Bank Indonesia dalam menavigasi tantangan ekonomi global dan domestik.


