Chapnews – Ekonomi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang jagat politik daerah dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Penangkapan dramatis ini terjadi pada Jumat malam (10/4/2026) di wilayah Jawa Timur, menyeret 16 orang lainnya dalam dugaan kasus korupsi yang belum terungkap detailnya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan tersebut. "Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung," ujar Budi dalam keterangan resminya, menegaskan keseriusan lembaga antirasuah dalam memberantas praktik korupsi di pemerintahan daerah.

Gatut Sunu Wibowo tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Sabtu pagi (11/4/2026) sekitar pukul 06.50 WIB. Menggunakan mobil hitam milik KPK, ia tampak dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan penyidik. Mengenakan jaket serta topi hitam, Bupati Tulungagung itu memilih bungkam seribu bahasa, tidak memberikan komentar sedikit pun terkait proses hukum yang sedang dihadapinya, menciptakan aura misteri di tengah sorotan publik.
Meskipun 16 pihak telah diamankan, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat pihak lain yang turut tiba di gedung KPK untuk pemeriksaan lanjutan. Gatut Sunu langsung menjalani pemeriksaan intensif segera setelah kedatangannya, menandakan prioritas KPK dalam mengusut tuntas kasus ini.
KPK kini tengah bekerja keras untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT ini. "Pagi ini, Tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pkl. 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif," tambah Budi Prasetyo. Terkait harta kekayaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang menjadi sorotan publik, detailnya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh penyidik KPK. Publik menanti transparansi mengenai aset yang dimiliki pejabat daerah yang kini terjerat kasus hukum ini, sebagaimana yang sering diungkap oleh chapnews.id dalam berbagai laporan investigasi.


