Ads - After Header

Bongkar Rencana DSLNG: LNG Domestik Banjir Mulai 2028!

Ahmad Dewatara

Bongkar Rencana DSLNG: LNG Domestik Banjir Mulai 2028!

Chapnews – Ekonomi – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menegaskan kesiapannya untuk menjadi tulang punggung pasokan gas alam cair (LNG) bagi kebutuhan industri domestik. Komitmen ini akan mulai direalisasikan secara penuh setelah berakhirnya kontrak penjualan LNG jangka panjang perusahaan dengan pembeli internasional pada tahun 2027.

Adhika Paramanandana, Corporate Communication Manager DSLNG, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan masih terikat dengan sejumlah kontrak ekspor jangka panjang yang akan berakhir pada 2027. "Kami memiliki komitmen kontrak jangka panjang yang harus dijaga dengan pembeli seperti JERA, Kyushu, dan Kogas, yang akan berlangsung hingga tahun 2027," terang Adhika dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Jumat (10/4/2026). Meskipun demikian, DSLNG menyatakan kesiapan penuh untuk menyelaraskan diri dengan kebijakan pemerintah terkait prioritas pemanfaatan LNG untuk pasar domestik.

Bongkar Rencana DSLNG: LNG Domestik Banjir Mulai 2028!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Memasuki tahun 2028, pasca-tuntasnya kewajiban ekspor, DSLNG berkomitmen kuat untuk mengalihkan fokusnya. Perusahaan akan lebih intensif berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan LNG di dalam negeri, sejalan dengan arahan dan harapan pemerintah. "Setelah tahun 2027, kami akan senantiasa mendengarkan harapan dari pemerintah. Apabila pemerintah menghendaki Donggi Senoro untuk lebih berperan aktif dalam kontribusi nasional, kami pasti akan menindaklanjuti rencana tersebut. Semangat kami adalah menjadi kontributor utama untuk LNG nasional," imbuh Adhika, menegaskan visi perusahaan.

Sebagai bagian dari persiapan transisi ini, DSLNG telah merencanakan agenda pemeliharaan besar atau Turnaround (TA) untuk kilangnya pada tahun 2028. Penjadwalan ini merupakan langkah strategis guna memastikan tidak adanya konflik dengan kewajiban pengiriman kargo ekspor yang masih harus dipenuhi hingga akhir tahun depan. "Dengan tidak adanya lagi kewajiban ekspor di tahun 2028, momen tersebut menjadi waktu yang ideal untuk melaksanakan Turnaround," jelas Adhika.

Perlu diketahui, kilang DSLNG saat ini beroperasi dengan satu unit produksi atau "train" tunggal yang memiliki kapasitas 2,1 juta ton per tahun. Kondisi ini menjadikan tingkat keandalan fasilitas operasional sebagai faktor yang sangat vital. "Satu saja kesalahan atau gangguan dapat menghentikan seluruh proses produksi kami. Oleh karena itu, keandalan operasional adalah prioritas utama bagi DSLNG," pungkas Adhika kepada chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer