Gebrakan Purbaya: BlackRock Cs Siap Guyur RI Modal!
Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini melancarkan serangkaian pertemuan strategis dengan para investor kakap global di dua pusat keuangan Amerika Serikat, New York dan Washington DC. Misi utamanya adalah memaparkan fundamental ekonomi dan kinerja keuangan Indonesia, sekaligus merayu masuknya arus modal asing yang lebih deras ke Tanah Air demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam agenda padat tersebut, Purbaya berhadapan langsung dengan perwakilan dari lembaga investasi raksasa dunia, termasuk HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, hingga TD Asset Management. Di hadapan mereka, ia merinci kondisi fiskal terkini serta prospek ekonomi Indonesia di masa depan, memberikan gambaran komprehensif tentang daya tarik investasi di Nusantara.
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan konsistensi arah kebijakan fiskal yang prudent. "Pada dasarnya, kami menjelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, sehingga mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar," ujar Purbaya dari Peninsula Hotel, New York, seperti dikutip chapnews.id. Ia menambahkan, banyak investor besar dari Amerika Serikat menunjukkan minat serius untuk menanamkan modal di Indonesia.
Namun, Purbaya mengakui bahwa ada beberapa investasi yang belum terealisasi sepenuhnya. Hal ini dipicu oleh "isu-isu" terkait ketahanan fiskal Indonesia yang sempat beredar di pasar global, menciptakan keraguan di kalangan investor. "Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan kepada mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa diklarifikasi," jelasnya.
Menurut Purbaya, para investor sejatinya tidak meragukan fundamental ekonomi Indonesia yang solid. Kekhawatiran mereka lebih kepada verifikasi kondisi terkini, khususnya terkait stabilitas fiskal dan iklim investasi yang kondusif. "Jadi mereka tidak ragu, hanya saja mendengar ada ‘noise’ bahwa fiskal kita bermasalah, sehingga mereka memastikan bahwa itu tidak benar," pungkasnya, menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan klarifikasi transparan untuk setiap kekhawatiran yang muncul.



