Chapnews – Ekonomi – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan bangga mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai status swasembada plus, sebuah capaian signifikan yang menempatkan negara ini dalam posisi kuat menghadapi potensi krisis pangan global, termasuk ancaman fenomena El Nino. Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam keterangan resminya pada Jumat (17/4/2026).
Menurut Amran, definisi swasembada adalah ketika suatu negara mengimpor maksimal 10 persen dari total kebutuhan pangannya. Lebih jauh, Indonesia kini bahkan disebut telah mencapai ‘swasembada sempurna’ karena tidak lagi bergantung pada impor beras medium. Capaian ‘swasembada plus’ ini, menurutnya, berhasil diraih hanya dalam kurun waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target empat tahun yang dicanangkan Presiden.

Keberhasilan ini tidak terbatas pada komoditas beras saja. Amran juga memaparkan bahwa sejumlah komoditas strategis lainnya, seperti telur ayam, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, cabai, dan bahkan minyak goreng, kini telah mampu memenuhi kebutuhan domestik dan siap menyuplai pasar global.
Mentan Amran juga menyoroti peran krusial dominasi konsumsi beras masyarakat Indonesia yang mencapai lebih dari 50 persen sebagai fondasi penguatan ketahanan pangan nasional. Data Pola Pangan Harapan (PPH) tahun 2025 mengkonfirmasi tren ini, di mana konsumsi padi-padian tetap mendominasi, diikuti oleh pangan hewani sebesar 12,7 persen, serta minyak dan lemak sebesar 12,4 persen.
Berbekal capaian gemilang ini, Amran menyatakan optimismenya bahwa Indonesia akan tangguh menghadapi potensi krisis pangan global yang diakibatkan oleh fenomena El Nino. Ia secara khusus menggarisbawahi bahwa kebijakan strategis yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu faktor fundamental di balik penguatan sektor pangan nasional yang signifikan ini.



