Ads - After Header

Harta Rudy Mas’ud Rp166 M, Utang Rp112 M: Diterpa Badai!

Ahmad Dewatara

Harta Rudy Mas'ud Rp166 M, Utang Rp112 M: Diterpa Badai!

Chapnews – Ekonomi – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya mengungkap total aset fantastis senilai Rp166,5 miliar, namun diiringi dengan catatan utang yang mencapai Rp112 miliar. Angka-angka ini mencuat di tengah gelombang protes warga yang memuncak dalam aksi unjuk rasa ricuh terkait sejumlah kebijakan kontroversial pemerintahannya.

Berdasarkan data LHKPN, kekayaan bersih Rudy Mas’ud memang mencengangkan. Meski memiliki aset yang signifikan, besaran utangnya yang mencapai miliaran rupiah turut menjadi sorotan. Data ini memberikan gambaran kompleks mengenai kondisi finansial pejabat yang baru saja dilantik sebagai Gubernur Kalimantan Timur untuk periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025.

Harta Rudy Mas'ud Rp166 M, Utang Rp112 M: Diterpa Badai!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Nama Rudy Mas’ud telah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, ia sempat disorot tajam terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar. Kontroversi semakin memuncak ketika rencana renovasi rumah dinas dengan anggaran fantastis Rp25 miliar mencuat ke publik, memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat.

Ketidakpuasan publik ini kemudian berujung pada aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa (21/4/2026). Massa yang terdiri dari mahasiswa, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, komunitas atlet disabilitas, hingga berbagai organisasi masyarakat, bergerak dari Gedung DPRD menuju Kantor Gubernur. Mereka membawa spanduk dan poster berisi kritik pedas terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi.

Dalam orasi-orasinya, para demonstran menyoroti kurangnya transparansi dalam kebijakan pemerintah provinsi. Mereka juga secara terang-terangan mengangkat isu dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang disebut-sebut terjadi di lingkungan pemerintahan daerah. Tiga tuntutan utama disuarakan: audit menyeluruh terhadap kebijakan Pemprov Kaltim, pemberantasan KKN, serta desakan agar DPRD Kaltim mengoptimalkan fungsi pengawasan.

Aksi yang berlangsung sejak siang hingga petang itu sempat memanas dan berakhir ricuh. Petugas kepolisian terpaksa membubarkan massa di Jalan Gajah Mada setelah sejumlah peserta aksi melempari aparat dengan batu dan botol. Setelah situasi mereda, Gubernur Rudy Mas’ud terlihat meninggalkan kantornya dengan pengawalan ketat aparat keamanan, menuju rumah jabatan bersama sejumlah pejabat lainnya.

Saat awak media dari chapnews.id mencoba meminta keterangan terkait aksi demonstrasi tersebut, Rudy Mas’ud memilih untuk tidak memberikan tanggapan. Ia tetap berjalan tanpa merespons pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, meninggalkan banyak pertanyaan publik yang belum terjawab mengenai kontroversi dan tuntutan yang disuarakan demonstran.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer