Gawat! IHSG Ambles 2,16%, Rp20,3 T Melayang!
Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Kamis (23/4/2026), dengan kinerja yang mengecewakan. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini ditutup merosot tajam sebesar 163 poin atau setara 2,16 persen, mendarat di level 7.378,61. Penurunan ini menandai hari yang berat bagi para investor di pasar modal, di mana sentimen negatif mendominasi sepanjang sesi.

Kondisi pasar mencerminkan tekanan jual yang kuat. Data penutupan menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah, dengan 531 saham berada di zona merah. Sementara itu, hanya 201 saham yang berhasil menguat, dan 227 saham lainnya stagnan, tidak menunjukkan pergerakan berarti. Total nilai transaksi perdagangan tercatat fantastis mencapai Rp20,3 triliun, melibatkan perputaran 51,6 miliar saham. Angka transaksi yang tinggi di tengah penurunan tajam ini bisa mengindikasikan aksi jual yang signifikan oleh para pelaku pasar.
Tak hanya IHSG, indeks-indeks sektoral utama lainnya juga turut tertekan dalam. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham paling likuid, anjlok 2,73 persen ke 715. Kemudian, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) merosot 3,17 persen ke 498, Indeks IDX30 turun 2,03 persen ke 393, dan Indeks MNC36 juga terkoreksi 1,87 persen ke 310.
Hampir seluruh sektor industri mencatatkan kerugian hari ini. Sektor konsumer siklikal, konsumer non-siklikal, keuangan, industri, teknologi, kesehatan, energi, properti, dan bahan baku semuanya berada di wilayah negatif. Di tengah badai merah ini, hanya sektor transportasi yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan tipis, menjadi satu-satunya titik hijau di lautan merah bursa.
Di tengah gelombang tekanan, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers. PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) memimpin dengan kenaikan fantastis 34,43 persen menjadi Rp246 per saham. Disusul PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) yang melonjak 33,96 persen ke Rp71, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) yang menguat 25 persen ke Rp800.
Namun, daftar top losers juga tak kalah panjang dan menarik perhatian. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) anjlok 14,96 persen ke Rp199. Kemudian, PT Formosa Ingridient Factory Tbk (BOBA) merosot 14,79 persen ke Rp242, dan PT Indo Premiere Investment Management Tbk (XIML) kehilangan 14,77 persen nilainya, berakhir di Rp245.
Penutupan perdagangan yang diwarnai koreksi dalam ini tentu menjadi sinyal bagi para pelaku pasar untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan investasi di masa mendatang, mengingat volatilitas pasar yang cukup tinggi. Untuk informasi terkini dan terpercaya seputar tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia, Anda bisa terus mengikuti kanal ekonomi chapnews.id.


