Chapnews – Ekonomi – Rasa penasaran publik terkait besaran penghasilan para operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari merek ternama seperti Vivo dan BP-AKR akhirnya terjawab. Gaji yang diterima oleh para garda terdepan pelayanan BBM ini ternyata tidak seragam, melainkan sangat dipengaruhi oleh jenjang jabatan dan tanggung jawab yang diemban.
Berdasarkan penelusuran chapnews.id, rentang gaji bulanan untuk operator SPBU di Indonesia, termasuk jaringan Vivo dan BP-AKR, secara umum berada di kisaran Rp1,9 juta hingga Rp5,1 juta. Variasi angka ini tidak lepas dari beberapa faktor krusial, seperti lokasi geografis SPBU – dengan wilayah Jakarta seringkali menawarkan upah yang lebih tinggi – serta kebijakan penggajian spesifik dari masing-masing perusahaan.

Secara lebih rinci, seorang operator SPBU biasanya menerima gaji pokok yang berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. Angka ini kemudian akan dilengkapi dengan berbagai tunjangan lainnya, yang bisa meliputi tunjangan makan, transportasi, hingga insentif kinerja, yang secara signifikan dapat meningkatkan total pendapatan bulanan mereka. Dengan demikian, meski gaji pokok mungkin terlihat bervariasi, total kompensasi yang diterima operator SPBU mencerminkan kompleksitas struktur penggajian di sektor ini, yang mempertimbangkan baik posisi, lokasi, maupun performa kerja.

