Chapnews – Ekonomi – Kabar kurang mengenakkan kembali menghampiri pengguna kendaraan di Indonesia. Setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada Sabtu, 18 April 2026 lalu, kini sinyal kenaikan harga lanjutan kembali mengemuka. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara terbuka menyatakan adanya potensi penyesuaian harga tahap kedua untuk jenis BBM nonsubsidi. Pernyataan ini, yang dirangkum oleh chapnews.id pada Sabtu, 25 April 2026, menjadi sorotan utama di tengah fluktuasi harga minyak global.
Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian harga yang telah terjadi sebelumnya merupakan tahap pertama dari serangkaian potensi perubahan. Ia menekankan bahwa nasib harga BBM nonsubsidi di masa mendatang akan sangat ditentukan oleh dinamika harga minyak mentah di pasar internasional. Berbeda dengan BBM bersubsidi yang tetap dijaga stabilitas harganya oleh pemerintah sebagai bagian dari kebijakan perlindungan masyarakat, harga BBM nonsubsidi beroperasi di bawah mekanisme pasar murni. Artinya, jika harga minyak dunia mengalami tren peningkatan, maka penyesuaian harga ke atas di dalam negeri menjadi sebuah keniscayaan.

Lebih lanjut, Bahlil menguraikan skenario yang mungkin terjadi. Menurutnya, jika harga minyak dunia terus merangkak naik, maka penyesuaian harga lanjutan bagi BBM nonsubsidi tidak dapat dihindari. Namun, ia juga memberikan sedikit harapan, bahwa apabila harga minyak global justru menunjukkan penurunan, maka tidak akan ada kenaikan harga tambahan. Pernyataan ini menggarisbawahi volatilitas pasar energi global yang secara langsung memengaruhi kebijakan harga di tingkat nasional, menuntut masyarakat untuk terus memantau perkembangan ekonomi global.


