Chapnews – Nasional – Tokoh buruh senior, Jumhur Hidayat, memberikan sinyal kuat bahwa ratusan ribu pekerja, diperkirakan mencapai 300 ribu orang, akan membanjiri Monumen Nasional (Monas) pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei 2026 mendatang. Kabar menariknya, Presiden terpilih Prabowo Subianto disebut-sebut juga berencana turut serta dalam momen bersejarah tersebut.
Pengumuman ini disampaikan Jumhur di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (27/4), bertepatan dengan momen penting pelantikannya sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto. "Kaum buruh, 300 ribu ya, akan bersama-sama kita apel di Monas," tegas Jumhur, menggarisbawahi skala partisipasi yang masif.

Mantan Kepala BNP2TKI ini menambahkan bahwa ia sendiri berencana untuk bergabung dengan barisan buruh, menunggangi sepeda motor bersama sekitar 40 ribu pekerja dari wilayah Jakarta menuju lokasi apel. Sebuah pemandangan yang diprediksi akan menarik perhatian publik luas.
Pelantikan Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada hari yang sama merupakan bagian dari perombakan kabinet, di mana ia menggantikan Hanif Faisol Nurofiq. Hanif sendiri dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan dalam momen yang sama.
Tak hanya soal May Day, Jumhur juga membocorkan rencana Presiden Prabowo untuk menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Inisiatif ini digulirkan sebagai upaya konkret pemerintah dalam menangani potensi gelombang PHK dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
"Jadi gimana caranya intervensi apa yang bisa dilakukan oleh semua terutama oleh pemerintah dalam rangka memitigasi PHK dan kesejahteraan buruh," jelas Jumhur, menekankan komitmen pemerintah untuk mencari solusi terbaik bagi para pekerja di tengah dinamika ekonomi. Rencana apel akbar dan pembentukan satgas ini menunjukkan fokus pemerintah dan elemen buruh terhadap isu-isu ketenagakerjaan di masa mendatang.

