Ads - After Header

AHY Bongkar Kejanggalan Gerbong Wanita KRL Usai Tragedi!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi serius usulan penataan ulang posisi gerbong khusus wanita pada rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL). Respons ini muncul menyusul insiden tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menyoroti kerentanan gerbong yang seharusnya memberikan perlindungan ekstra.

AHY menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengevaluasi penempatan gerbong khusus perempuan di KRL. Ia secara khusus menyoroti ironi bahwa gerbong yang selama ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi penumpang wanita, justru menjadi bagian yang paling rentan dan berpotensi mengalami fatalitas tertinggi ketika terjadi benturan dari belakang.

AHY Bongkar Kejanggalan Gerbong Wanita KRL Usai Tragedi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berbicara di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada Selasa (28/4), AHY menjelaskan, "Ini belum pernah terjadi sebelumnya, ada tumbukan KRL dari belakang dihantam oleh kereta api jarak jauh. Kebetulan, yang paling belakang adalah kereta khusus wanita." Ia menambahkan, "Tentu ada kekhawatiran mengapa bagian yang kita siapkan secara khusus untuk perlindungan, justru yang menghadapi risiko paling tinggi."

Meskipun demikian, AHY menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukan hanya pada penataan gerbong wanita semata. Ia menekankan pentingnya perbaikan fundamental pada seluruh sistem transportasi publik untuk memastikan keselamatan setiap penumpang, tanpa memandang gender. "Laki-laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun," tegas AHY. Ia melanjutkan, "Fokus kita adalah bagaimana sistem transportasi kereta dan publik lainnya benar-benar aman, selamat, nyaman, dan prinsip ‘safety first’ bukan hanya jargon, tapi bisa diterapkan secara konkret."

Insiden tragis yang memicu respons AHY ini, menurut kronologi Kementerian Perhubungan, bermula dari tertempernya rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang oleh taksi Green SM di perlintasan sebidang JPL 85, Bulak Kapal. Akibatnya, rangkaian KRL tersebut harus dievakuasi dan kemudian beroperasi sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181, berjalan di luar jadwal reguler.

Dampak dari kejadian awal ini menyebabkan petugas menghentikan rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 yang menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Nahasnya, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) rute Jakarta-Surabaya tidak berhasil berhenti sempurna, sehingga menabrak PLB 5568 yang sedang diam. Pemerintah melalui Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berkomitmen penuh untuk mengkaji ulang sistem dan prosedur demi mencegah terulangnya kejadian serupa. (Sumber: chapnews.id)

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer