Chapnews – Nasional – Ketua Umum Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, baru-baru ini mengunjungi dan menyalurkan bantuan sosial bagi warga penghuni hunian sementara (huntara) di Desa Ulee Rubek Timur, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kunjungan pada Rabu (29/4) tersebut tidak hanya fokus pada distribusi bantuan, tetapi juga menjadi platform penting untuk menyampaikan pesan krusial mengenai persiapan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.
Tri menegaskan bahwa layanan Posyandu bersifat fleksibel, tidak terpaku pada bangunan fisik, melainkan dapat diakses di mana pun masyarakat memerlukan, termasuk bagi mereka yang terdampak bencana banjir. Di sela-sela penyerahan bantuan, ia secara khusus menyoroti proyeksi bonus demografi Indonesia yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2045.

"Kita juga diberikan akal untuk memikirkan bagaimana nasib mereka. Ini kita selalu mendengar Indonesia Emas pada tahun 2045, yaitu tinggal 19 tahun lagi. 2045 itu diperkirakan angkatan kerja penduduk Indonesia itu adalah yang terbanyak," ujar Tri, seperti dilansir chapnews.id.
Pada tahun tersebut, Indonesia diproyeksikan memiliki jumlah angkatan kerja produktif terbesar sepanjang sejarahnya. Oleh karena itu, Tri mendesak setiap keluarga untuk proaktif dalam mempersiapkan anak-anak mereka agar memiliki daya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak keliru memaknai pandangan tradisional ‘banyak anak banyak rezeki’. Tri menekankan bahwa keputusan untuk menambah anggota keluarga harus didasari perencanaan matang, mempertimbangkan kemampuan ekonomi dan kesehatan keluarga, demi memastikan setiap anak dapat tumbuh kembang secara optimal dan layak.
"Jadi mohon untuk Ibu-Ibu ataupun Bapak-Bapak yang ingin mempunyai anak, perhatikan kesejahteraan mereka," imbuh Tri. Perencanaan ini krusial agar setiap anak mendapatkan akses pendidikan serta lingkungan tumbuh kembang yang berkualitas tanpa hambatan finansial. Fokus utama, menurutnya, adalah menjamin setiap anak yang lahir mendapatkan kualitas hidup yang baik, kesejahteraan terjamin, dan masa depan yang cerah.
"Kita harus merencanakan, mereka harus hidup yang layak, yang bisa bersaing, yang bisa meningkatkan kehidupan mereka lebih layak, lebih baik," lanjutnya.
Selain fokus pada pengembangan sumber daya manusia, Ketum Posyandu ini juga mengajak warga untuk mendorong kemandirian pangan di tingkat keluarga. Ia menyarankan pengoptimalan lahan pekarangan di sekitar hunian sementara untuk budidaya tanaman produktif seperti cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran. Inisiatif ini diharapkan mampu menekan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Tri juga berharap adanya pendampingan dari penyuluh pertanian agar warga dapat menerapkan teknik bercocok tanam yang tepat dan efisien.
"Saya harapkan nanti ada pembimbing, ada penyuluh yang bisa juga membantu bagaimana menanam palawija dengan baik. Paling tidak itu mengurangi belanja dapur karena rutin, pasti belanja cabai itu rutin," pungkas Tri.
Dalam kegiatan tersebut, TP Posyandu menyerahkan total 117 paket sembako, 117 paket perlengkapan ibadah, 117 paket perlengkapan dapur dan makan, 70 paket perlengkapan sekolah, 2.618 potong pakaian, serta 100 paket makanan ringan anak yang disalurkan langsung kepada warga terdampak.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP Posyandu Provinsi Aceh Marlina Muzakir, Wakil Ketua TP Posyandu Provinsi Aceh Mukarramah Fadhlullah, Ketua TP Posyandu Kabupaten Aceh Utara Musliana Ismail, Keuchik Ulee Rubek Timur Azhari, serta jajaran pengurus TP Posyandu Pusat dan TP PKK Pusat.


