Chapnews – Ekonomi – Rencana besar peleburan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor karya, yang semula ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini, kini dipastikan mundur signifikan hingga kuartal IV-2026. Penundaan ini disebabkan oleh proses restrukturisasi yang masih intensif dilakukan pada beberapa perusahaan pelat merah tersebut, demi memastikan fondasi yang kokoh sebelum integrasi.
Kepala Badan Pengatur BUMN, Dony Oskaria, mengonfirmasi penundaan ini. "Yang tertunda itu di BUMN Karya, awalnya kan Juni ya. Kemungkinan nanti akan digeser menjadi di kuartal keempat (2026). Ini karena masih banyak restrukturisasi yang harus diselesaikan," ungkap Dony saat ditemui di Kompleks DPR RI. Meskipun demikian, Dony tetap optimistis bahwa proses merger dapat terlaksana sesuai target baru tersebut, menunjukkan komitmen pemerintah untuk merampingkan dan memperkuat sektor konstruksi BUMN.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Aminuddin Ma’ruf, telah mengindikasikan kompleksitas proses ini. Ia menjelaskan bahwa BP BUMN, berkolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, tengah menggodok berbagai skema, mulai dari holdingisasi, pembubaran, merger, hingga pembentukan BUMN baru, termasuk nasib perusahaan-perusahaan di sektor karya. "Memang proses merger, holdingisasi, pembubaran, hingga pembentukan BUMN itu ada di kami tepatnya (BP BUMN). Sedang kami kaji bagaimana merger kelompok BUMN Karya," ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Beberapa BUMN Karya yang menjadi fokus dalam rencana peleburan ini antara lain PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).
Dalam skema yang dirancang oleh Kementerian BUMN, Waskita Karya direncanakan akan bergabung dengan Hutama Karya. Sementara itu, Nindya Karya dan Brantas Abipraya akan dilebur ke dalam Adhi Karya. Terakhir, Wijaya Karya (WIKA) akan diintegrasikan dengan PTPP, membentuk entitas yang lebih besar dan efisien di bawah payung BUMN.
(Feby Novalius)
Chapnews.id Ekonomi menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.


