Ads - After Header

Soputan Menggeliat, Waspada! Jauhi Radius Berbahaya!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Gunung Soputan di Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan. Menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak beraktivitas serta menjauhi radius 1,5 kilometer dari puncak gunung tersebut. Peringatan ini dikeluarkan setelah hasil analisis terbaru menunjukkan potensi bahaya yang perlu diwaspadai.

Pelaksana tugas Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, dalam keterangan resminya pada Sabtu (13 Juni) menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Soputan masih berada pada Level II (Waspada). "Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Mei, rekomendasi telah disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini," ujar Lana, seperti dikutip dari chapnews.id.

Soputan Menggeliat, Waspada! Jauhi Radius Berbahaya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lana juga mengingatkan warga yang bermukim atau beraktivitas di sekitar Soputan untuk selalu menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. Langkah antisipasi ini penting guna menghadapi potensi hujan abu vulkanik jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

Data kegempaan Gunung Soputan periode 16 hingga 31 Mei menunjukkan pola yang menarik. Meskipun didominasi oleh gempa tektonik jauh yang tercatat sebanyak 104 kali, seismograf juga merekam 11 kali gempa vulkanik dangkal dan satu kali gempa vulkanik dalam. Namun, secara keseluruhan, aktivitas kegempaan tektonik yang relatif tinggi ini belum diikuti oleh migrasi magma ke permukaan, dan tidak ada perubahan signifikan pada tekanan di bawah tubuh gunung.

Secara visual, pengamatan menunjukkan tidak adanya guguran material dan tinggi asap kawah teramati maksimum 30 meter dari puncak. Secara instrumental, dominasi gempa tektonik masih menjadi ciri khas aktivitas gunung ini pada periode tersebut.

Meski demikian, potensi bahaya aktivitas Gunung Soputan saat ini tetap perlu diwaspadai. Ancaman utama meliputi lontaran material, aliran atau guguran lava, maupun piroklastik. Selain itu, jika terjadi erupsi, bahaya sekunder berupa lahar dapat mengancam permukiman di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Soputan. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi dan kepatuhan terhadap imbauan resmi tetap menjadi kunci keselamatan bagi seluruh masyarakat di sekitar Gunung Soputan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer