Ads - After Header

Hemat Rp80 T! Kompor Listrik 900 VA Ubah Dapur Anda!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menginisiasi program konversi energi dengan menganggarkan pengadaan kompor listrik. Langkah strategis ini diungkapkan oleh Bahlil Lahadalia, yang menyatakan bahwa kompor listrik generasi terbaru akan difokuskan untuk rumah tangga dengan daya listrik terbatas, khususnya di bawah 900 VA, demi menjangkau masyarakat di pelosok desa.

Inisiatif ini didorong oleh tingginya ketergantungan Indonesia pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang mencapai sekitar 80 persen dari total kebutuhan nasional. Kondisi ini secara signifikan menguras devisa negara setiap tahunnya, menciptakan beban finansial yang besar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beban ini tidak hanya dirasakan pada neraca perdagangan, namun juga pada nilai subsidi yang membengkak.

Hemat Rp80 T! Kompor Listrik 900 VA Ubah Dapur Anda!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Bahlil menyebut, pemerintah saat ini harus mengalokasikan subsidi LPG dalam jumlah fantastis, mencapai lebih dari Rp80 triliun per tahun. Menurutnya, jika situasi ini dibiarkan tanpa adanya diversifikasi sumber energi, maka ketahanan energi nasional dan keuangan negara akan menghadapi tantangan serius yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi jangka panjang.

Menjawab tantangan ini, Bahlil menjelaskan bahwa kompor listrik generasi terbaru diklaim lebih efisien dan ramah bagi rumah tangga dengan daya listrik terbatas. Model yang diminta sebagai tahap awal adalah yang cocok untuk pelanggan 900 VA ke bawah, sehingga masyarakat di daerah-daerah, terutama di pedesaan, dapat memanfaatkannya.

"Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 VA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai," ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan impor LPG, menghemat devisa negara, serta meringankan beban subsidi. Dengan demikian, program konversi ke kompor listrik bukan hanya tentang perubahan alat masak, melainkan juga upaya fundamental dalam memperkuat ketahanan energi dan stabilitas fiskal Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer